Salah satu langkah konkret adalah penanaman pohon endemik yang dipilih secara khusus untuk mendukung habitat alami gajah, sehingga pergerakan gajah tidak terganggu oleh aktivitas manusia maupun operasi perusahaan.
Baca Juga: PHE Dorong Pemanfaatan Teknologi CCS untuk Kurangi Emisi dan Capai Ketahanan Energi
“Kami melihat kolaborasi yang terjadi antara Pertamina dan MHP sebagai sebuah kolaborasi yang beyond compliance, karena Pertamina tidak hanya memperhatikan izin lingkungan untuk beroperasi tetapi juga memperhatikan bagaimana satwa, masyarakat, dan kegiatan operasinya dapat berjalan harmonis.
"Besar harapan kami lifting migas dinaikan, lingkungan diamankan, investasi jalan, masyarakat bahagia sejahtera Sentosa,” kata Marei Al Fauzan dari PDLUK KLH.
Melalui program ini, diharapkan setiap kegiatan dan operasi di Pertamina EP tidak hanya mampu menghindari Net Lose Biodiversity, tapi justru dapat memberikan Net Positive Impact Biodiversiry.
Baca Juga: Menikmati Kabut Putih dan Keindahan Alam di Kawah Sikidang Dieng
Area restorasi habitat gajah ini juga diharapkan mampu berfungsi sebagai penyerap karbon, serta menjadi ruang edukatif dan produktif bagi masyarakat sekitar.
Kontribusi lingkungan dari program ini diperkirakan mencapai ±8,835 ton CO₂e/tahun, sebagai bagian dari langkah nyata mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia.***