rilis-bumn

Pertamina Tegaskan Komitmen Dukung Target Lifting Migas 2025 dalam RDP Komisi XII

Selasa, 1 Juli 2025 | 14:30 WIB
Pertamina dukung penuh target lifting migas 2025 dengan strategi optimalisasi produksi, reaktivasi sumur, dan ekspansi migas internasional. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – Komisi XII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah pemangku kepentingan sektor energi seperti Dirjen Migas Kementerian ESDM, SKK Migas, BPH Migas, dan Pertamina.

Agenda utama rapat ini adalah membahas asumsi makro sektor ESDM agar tetap realistis, adaptif terhadap perkembangan global, serta mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi.

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menekankan pentingnya sektor migas dalam mendukung ketahanan energi nasional dan menjadi kontributor signifikan bagi penerimaan negara.

Baca Juga: Liburan Hemat, KAI Hadirkan Kereta Api Ekonomi Komersial dengan Harga di Bawah Rp100.000

“Sektor migas memegang peranan sangat penting dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menjadi salah satu kontributor utama penerimaan negara."

"Namun hal itu juga dihadapkan pada tantangan nyata mulai dari lifting migas yang belum optimal hingga kebutuhan akan efisiensi pengelolaan blok migas,” ujar Bambang.

Dalam rapat tersebut, Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan komitmen pemerintah dalam mencapai target lifting migas.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Purwakarta, Kota Persinggahan Sejenak Penempuh Perjalanan ke Luar atau Arah Jakarta

“Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menerapkan sejumlah strategi dalam peningkatan produksi migas, di antaranya dengan melakukan optimalisasi lapangan produksi juga dengan reaktivasi sumur dan lapangan idle atau lapangan yang sudah tidak berproduksi,” kata Tri.

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Jaffee Arizon Suardin, mengungkapkan tantangan produksi migas tahun 2025 yang dipengaruhi oleh penurunan alamiah produksi sebesar 21 persen per tahun.

Meski demikian, ia menyampaikan optimisme Pertamina. “Pertamina secara oil equivalent per day, prognosa di akhir 2025 ini diperkirakan akan naik 3 persen,” ungkap Jaffee.

Baca Juga: Kementerian PU Menawarkan Tiga Bendungan Garapan Waskita ke Investor

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pertamina telah mengimplementasikan berbagai strategi peningkatan lifting, termasuk penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), pengeboran sumur baru, dan akuisisi lapangan migas luar negeri oleh Subholding Upstream Pertamina, Pertamina Hulu Energi (PHE).

Saat ini, Pertamina menyumbang 69 persen dari total produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas nasional.

Halaman:

Tags

Terkini