“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran direksi yang telah menuntaskan masa baktinya. Bapak dan Ibu sekalian telah meletakkan landasan yang kokoh bagi proses restrukturisasi Garuda Indonesia dan pemulihan kinerja perusahaan yang kita jalani bersama.”
Baca Juga: Masih Periode Liburan Sekolah! Ini Harga Tiket Obelix Sea View!
Ia juga menegaskan pentingnya keberlanjutan kepemimpinan melalui pengangkatan talenta dari internal perusahaan.
“Hadirnya para talenta muda dari jajaran internal Garuda Indonesia Group merupakan kebanggaan tersendiri, karena ini menunjukkan kesiapan insan Garuda Indonesia untuk menjadi key driver dalam menentukan arah perusahaan dan menjalankan tahapan transformasi dalam jangka panjang,” kata Wamildan.
Restrukturisasi penyehatan yang disetujui kali ini mencakup penguatan struktur keuangan dan operasional.
Baca Juga: Yuk, Gabung di Program Magang PT KPI 2025, Buka Peluang untuk Mahasiswa Teknik & Ekonomi
Fokusnya meliputi perbaikan ekuitas, restorasi armada, penambahan alat produksi, peningkatan kinerja anak usaha, hingga percepatan pemulihan trafik penumpang. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi menyeluruh untuk mencapai turnaround performance Garuda Indonesia.
Upaya ini melanjutkan fase restrukturisasi sebelumnya yang dilakukan pada 2021–2023, seperti pengelolaan kewajiban usaha, restrukturisasi armada, dan pengurangan beban operasional.
Sejak skema restrukturisasi 2022 berjalan, perusahaan berhasil memperbaiki nilai ekuitas dan mengoptimalkan kinerja operasionalnya.
Baca Juga: Brantas Abipraya Siap Kawal Asta Cita Presiden Prabowo Lewat 8 Langkah Strategis
Untuk jangka panjang, Garuda Indonesia telah merancang 11 langkah prioritas strategis.
Di antaranya adalah menambah armada hingga 120 unit, membuka lebih dari 100 rute baru sampai tahun 2029, memperkuat ekosistem penerbangan, mendorong digitalisasi, dan meningkatkan pengalaman pengguna.
Dukungan dari Pemerintah dan kinerja positif kuartal I 2025 turut memperkuat optimisme perusahaan.
Baca Juga: 10 Spot Diving Eksotis di Indonesia, dari Barat hingga Timur
Pendapatan dari segmen penerbangan charter meningkat 92,88% dibanding periode yang sama tahun lalu. Total pendapatan operasional per 31 Maret 2025 juga naik 1,63% menjadi US$723,56 juta.