rilis-bumn

Terang Baru di Pulau Terpencil Sangihe, PLN Hadirkan Listrik Tenaga Surya

Kamis, 3 Juli 2025 | 18:00 WIB
PLN hadirkan PLTS di Pulau Lipang dan Laotongan, Sangihe. Listrik kini menyinari 180 rumah, dukung pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. (Dok. PLN)

Kabar BUMN – Dua pulau kecil yang terletak di ujung utara Sulawesi, yakni Lipang dan Laotongan, dulunya tenggelam dalam gelap ketika malam tiba.

Setiap sore, warga di kedua pulau ini harus bergegas menyelesaikan aktivitasnya sebelum cahaya matahari benar-benar menghilang.

Kehidupan malam hanya disinari oleh pelita seadanya dan genset yang menyala dalam durasi terbatas.

Baca Juga: 10 UMKM Binaan Pertamina Menembus Pasar Jepang Lewat World Expo Osaka 2025

Kini, angin perubahan mulai berembus ke pulau-pulau tersebut melalui langkah nyata dari PLN.

Melalui program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), PLN tak hanya menghadirkan energi, tetapi juga masa depan yang lebih cerah bagi warga Lipang dan Laotongan.

Ini menjadi simbol transformasi yang tidak hanya memberi terang, tetapi juga kehidupan yang lebih layak.

Baca Juga: 4 Pelabuhan Tertua Di Indonesia, Telah Melalui Beragam Perubahan Zaman, Pemerintahan, Hingga Teknologi

Dua PLTS yang masing-masing memiliki kapasitas 93 kilowatt peak (kWp) untuk Lipang dan 180 kWp untuk Laotongan resmi dibangun di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kedua pembangkit ini menjadi bagian dari proyek besar pembangunan 47 PLTS di 47 desa pada 11 provinsi yang telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Juni.

Letaknya yang harus ditempuh dengan perjalanan laut selama 12 jam dari Kota Manado tak menghalangi komitmen PLN dalam menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

Baca Juga: Antares Eazy Tawarkan Solusi AI untuk Pemeliharaan dan Keamanan Sekolah

Sebanyak 180 rumah tangga kini telah merasakan manfaat listrik selama 24 jam penuh. Salah satu warga Pulau Lipang, Nur Mandak, tak kuasa menahan haru saat pertama kali lampu menyala di rumahnya.

"Akhirnya kami bisa merasakan listrik untuk pertama kalinya di rumah kami. Sebelumnya, cahaya di sini berasal dari lampu botol sederhana dengan bahan bakar minyak tanah. Kini anak-anak bisa belajar hingga malam," ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini