“Limbah kami sekarang tidak mencemari lingkungan dan bisa digunakan lagi,” ujarnya.
Buah kerja keras dan nilai inklusif yang diusung Yuli pun kini menembus pasar mancanegara.
Baca Juga: Pertamina Luncurkan Difel Café: Bukti Nyata Dukungan Inklusif untuk Sobat Disabilitas di Bali
Produk Muria Batik Kudus telah dinikmati konsumen di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, hingga Thailand.
Batik-batik tersebut merupakan hasil karya para perempuan, anak muda, dan kelompok rentan yang Yuli bina dengan penuh dedikasi.
Pertamina Pertapreneur Aggregator sendiri merupakan inisiatif untuk mencetak pelaku UMKM yang dapat menjadi penggerak bagi usaha kecil lainnya agar naik kelas.
Baca Juga: Satu Tahun di Laut Jawa, Pertamina Drilling Tuntaskan 9 Sumur Lepas Pantai
Program ini diikuti oleh lulusan UMK Academy, program pendampingan yang juga digagas Pertamina.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa Pertamina berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pemberdayaan UMKM.
“Pertamina percaya bahwa kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan adalah kolaborasi dan keberpihakan pada kelompok rentan.
Baca Juga: Pertamina Hadirkan Energi Terbarukan di Desa Besakih Bali Lewat Program DEB
"Inisiatif seperti Muria Batik Kudus menjadi contoh inspiratif bagaimana pelestarian budaya lokal bisa sejalan dengan inklusi sosial dan pemberdayaan ekonomi,” katanya.
Fadjar juga menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bentuk nyata kontribusi Pertamina dalam mendukung Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo, terutama poin ketiga: menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, serta membangun industri kreatif nasional yang berdaya saing tinggi.***