Kabar BUMN - Bio Farma Group, Holding BUMN Farmasi, kembali menegaskan dukungannya terhadap program strategis pemerintah melalui partisipasinya dalam peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Acara peluncuran ini digelar serentak di seluruh Indonesia dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, dengan lokasi pusat di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Klaten, Jawa Tengah.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Bio Farma dalam membangun sistem layanan kesehatan nasional yang lebih merata dan berkelanjutan.
Baca Juga: 4 Rute Kereta Api Cepat Terbaik di Tiongkok, Ribuan Kilometer Hanya Perlu 4 Jam Perjalanan Saja
Lewat anak perusahaannya, PT Kimia Farma Apotek (KFA), Bio Farma Group turut mempercepat pendirian Apotek Desa Merah Putih di berbagai daerah.
Kehadiran apotek ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap obat-obatan dan layanan kefarmasian, terutama di wilayah pedesaan.
Dilansir dari website Kementerian Sekretariat Negara, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa koperasi adalah alat perjuangan rakyat kecil untuk menjadi kuat secara ekonomi.
Baca Juga: SOTF 2025 Resmi Dibuka, 600 Ribu Kursi Promo Garuda Indonesia Siap Dipesan
Kepala Negara juga menegaskan bahwa peluncuran 80.081 koperasi ini bukanlah langkah kecil, melainkan gerakan nasional strategis untuk memotong dominasi ekonomi oleh pihak-pihak besar yang selama ini menghambat kemajuan rakyat.
“Pada hari ini kita meluncurkan kelembagaan 80.000 Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih, tepatnya 80.081 koperasi.
"Hari ini adalah memang hari yang bersejarah. Kita mulai suatu usaha besar. Koperasi ini adalah usaha besar strategis,” ujar Presiden Prabowo.
Baca Juga: PosIND Targetkan Penyaluran BSU Selesai 31 Juli 2025, Wapres Gibran Lakukan Pengawasan Ketat
Lebih dari sekadar legalitas kelembagaan, Presiden Prabowo juga menyebut bahwa koperasi-koperasi ini akan didukung dengan infrastruktur nyata seperti gudang penyimpanan, cold storage, gerai sembako, apotek, hingga kendaraan logistik.
Selain itu, akan terdapat pula fasilitas pinjaman super mikro untuk mempermudah distribusi barang dan perputaran ekonomi desa.