Selain dikonsumsi sendiri, hasil panen juga dipasarkan langsung dan dalam bentuk produk turunan seperti selai terong, keripik pare, keripik terong, dan sirup markisa.
Baca Juga: Inovasi PTPN IV dalam Ketahanan Pangan Dapat Sorotan Positif DPRD Riau
Selain berhasil mengatasi pencemaran melalui pengelolaan limbah kotoran sapi, bank sampah desa berperan dalam pengumpulan dan pengelolaan sampah anorganik berdasarkan jenisnya, termasuk sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk produksi semen.
Pada 2024, Bumi Kartini mencatatkan capaian penurunan timbulan limbah kotoran sapi sebanyak 98,2 ton dan mencegah emisi gas metana sebanyak 1,64 ton setara karbondiokisda (CO2 eq) per tahun.
Pada aspek ekonomi, Bumi Kartini meningkatkan pendapatan rata-rata anggota kelompoknya mencapai Rp6.480.000 per tahun, dan menambah pendapatan anggota kelompok ternak hingga Rp4.800.000 per tahun.
Baca Juga: HKA Dorong Pengurangan Sampah Plastik Lewat Inovasi dan Komunitas Sekitar Tol
Selain itu juga penghematan biaya belanja sayur per keluarga hingga Rp13.185.000 per tahun, dan penghematan belanja pupuk Rp4.340.000 per keluarga per tahun.
”SIG bersama seluruh entitas bisnis, berkomitmen untuk terus fokus menghadirkan inovasi sosial dan lingkungan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujar Vita Mahreyni.***