Program Bumi Kartini SIG Hadirkan Dampak Besar bagi Masyarakat Desa Ngampel, Blora

- Rabu, 23 Juli 2025 | 19:30 WIB
Saat ini, program Bumi Kartini  dari PT Semen Gresik memiliki anggota sebanyak 879 orang perempuan. (DOK. PT Semen Gresik)
Saat ini, program Bumi Kartini dari PT Semen Gresik memiliki anggota sebanyak 879 orang perempuan. (DOK. PT Semen Gresik)

Kabar BUMN - Program Bumi Kartini (Buah Manis Karya Wanita Tani) dari PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Ngampel, Blora, Jawa Tengah.

Program Bumi Kartini berfokus pada tiga kegiatan utama yaitu gerakan bercocok tanam di pekarangan rumah, pengelolaan limbah sapi menjadi pupuk organik, serta pendirian bank sampah bekerja sama dengan BUMDes dan PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) setempat.

Keberadaan program ini dilatarbelakangi kondisi sosial masyarakat di Desa Ngampel, khususnya kaum perempuan yang memiliki keterbatasan ekonomi, juga kebiasaan masyarakat membuang sampah dan limbah kotoran sapi ke sungai sehingga airnya tidak layak digunakan.

Baca Juga: Sang Hyang Seri Dukung Koperasi Desa Merah Putih, Dorong Pertanian Lokal Lewat Benih Unggul

Program berfokus pada tiga kegiatan utama yaitu gerakan bercocok tanam di pekarangan rumah dan pengelolaan limbah sapi menjadi pupuk organik serta pendirian bank sampah bekerja sama dengan BUMDes dan PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) setempat.

Koordinator Bumi Kartini yang juga Ketua PKK Desa Ngampel Nikmatus Zahroatin menjelaskan, berkat bantuan dari PT Semen Gresik, berupa penyediaan lahan, media tanam, bibit dan pupuk, warga bisa mulai menanam.

“Dengan pendampingan PT Semen Gresik juga, kami melatih warga menanam sayuran di pot, polybag, dan ban bekas. Pekarangan warga yang dulu nganggur sekarang lebih produktif dan malah jadi sumber pendapatan,” kata Nikmatus Zahroatin.

Baca Juga: Kemandirian Energi Nasional Diperkuat, PHE Fokus Kembangkan Bisnis CCS/CCUS

Selain itu, kotoran dan urin sapi, yang sebelumnya dibuang ke anak sungai dan saluran pembuangan, dikumpulkan dan diolah masyarakat menjadi pupuk kompos dan biourin yang lebih ramah lingkungan

Menurut Nikmatus Zahroatin, pupuk kompos dan biourin yang diolah dari kotoran sapi itu digunakan untuk menyuburkan tanaman warga dan dijual ke daerah lain.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Bumi Kartini merupakan bentuk kepedulian Perusahaan terhadap pemasalahan sosial dan lingkungan di wilayah sekitar area operasional.

Baca Juga: Strategi Indonesia Hadapi Tarif Trump, Wamen Investasi Bongkar Rencana Besar

Dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular, SIG memperkuat program pemberdayaan perempuan dengan meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengelolaan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Saat ini, Bumi Kartini memiliki anggota sebanyak 879 orang perempuan. Sayuran yang dihasilkan rata-rata mencapai 1.405 kilogram (kg) per bulan dari total 9.324 hektare (ha) pekarangan rumah warga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini