Ia juga menyampaikan bahwa penyebaran debu mencapai radius 100–200 meter dari lokasi proyek, terutama terasa saat fase konstruksi struktur yang kini masih berlangsung dan dijadwalkan rampung pada November 2025.
Baca Juga: PT Sang Hyang Seri Luncurkan “SHS Loyalty Card”, Program Loyalitas untuk Petani Penangkar Benih Padi
Meski pengendalian lingkungan diperketat, pembangunan tetap berjalan sesuai dengan jadwal.
Hingga pertengahan Juli 2025, progres konstruksi telah mencapai 18%, termasuk penyelesaian pengecoran area Bunker Radiotherapy yang menjadi salah satu tonggak penting proyek.
“Kami optimis target penyelesaian proyek pada Juni 2026 tetap dapat dicapai. Implementasi langkah pengendalian lingkungan tidak mengganggu jadwal pembangunan karena telah diintegrasikan dalam sistem manajemen proyek sejak awal,” ujar Adjib.
Baca Juga: Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Mengajak Anak Kecil Perjalanan Panjang Naik ke Kereta
Dalam tiga hingga empat bulan ke depan, Hutama Karya akan fokus menyelesaikan struktur bangunan, fase yang paling berpotensi menimbulkan debu.
Hutama Karya juga terus menjalin komunikasi intensif dengan RSUP Kandou sebagai pemilik proyek serta konsultan pengawas dalam menangani isu lingkungan ini.
Untuk menyosialisasikan upaya pencegahan kepada masyarakat, telah dipasang spanduk dan banner edukasi mengenai pentingnya penggunaan masker di area sekitar proyek guna mengurangi risiko ISPA akibat debu.
Baca Juga: Hari Anak Nasional 2025, Jasa Marga Sampaikan Komitmen dan Dedikasi bagi Pendidikan Inklusif
“Kami berkoordinasi dengan Humas RS Kandou untuk memastikan saluran komunikasi yang efektif dengan masyarakat."
"Ke depan, jika ada keluhan serupa, masyarakat dapat menyampaikan melalui kanal yang telah disiapkan,” jelas Adjib.
Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Dr. Kandou Manado akan menjadi fasilitas kanker pertama di Manado yang menghadirkan layanan kesehatan terpadu, khususnya untuk pengobatan kanker di wilayah Sulawesi Utara.
Baca Juga: Telaga Dringo, ‘Ranu Kumbolo’-nya Jawa Tengah yang Wajib Masuk Daftar Liburan ke Dieng
Proyek ini juga menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan kontribusi sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), termasuk penyaluran hewan kurban dan pemberdayaan UMKM.