rilis-bumn

Hutama Karya–KAKAK Dorong Surakarta Menuju Kota Layak Anak

Minggu, 27 Juli 2025 | 06:00 WIB
Sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2025, Hutama Karya menegaskan komitmennya terhadap pemulihan anak melalui kolaborasi nyata.

Perayaan HAN tahun ini di Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta berfokus pada penguatan aspek self-love dan self-acceptance anak korban. Kegiatan refleksi dan menulis mimpi membantu membangun kepercayaan diri serta kesiapan menjalani masa depan.

Pelatihan Agen Perubahan memupuk Forum Anak Surakarta dan Mojo sebagai pendidik sebaya melalui aktivitas komunikasi empatik, konseling, dan pencegahan kekerasan di lingkungan sekitarnya.

“HAN tahun lalu berbasis sekolah, tapi tahun ini dilaksanakan di panti supaya intervensi tepat sasaran. Respon anak lebih positif, merasa didengar dan termotivasi membangun masa depan,” jelas Adjib.

Baca Juga: Sinergi Berlanjut, BULOG dan TNI Kembali Kolaborasi Gelar Gerakan Pangan Murah di Yonif 328/Dirgahayu, Cilodong

Model pelibatan lintas sektor antara BUMN, LSM, pemerintah, komunitas terbukti efektif menjadi best practice.

Hutama Karya menyediakan sumber daya dan penguatan kapasitas, Yayasan KAKAK mengelola pendampingan langsung, pemerintah menyiapkan payung hukum dan kebijakan.

Efek sinergi nyata dalam kemudahan akses layanan, referensi rujukan, serta jangkauan bantuan ke anak-anak yang lebih luas.

Baca Juga: PLN Bangun PLTM Wabudori di Supiori, Papua, Dorong Pemerataan Energi hingga Pelosok Negeri

Kemitraan memperkuat perubahan infrastruktur, dari ruang konseling sederhana menjadi representatif, training center multifungsi, hingga fasilitas belajar remaja dan anak.

Program menciptakan dampak langsung dalam akses, pemberdayaan keluarga, hingga terwujudnya peran aktif anak sebagai konselor sebaya.

Peningkatan kapasitas internal yayasan memungkinkan mereka menangani lebih banyak kasus, menyediakan pendampingan hukum, hingga penguatan kapasitas keluarga korban.

Baca Juga: Per Hari Ini dan Besok, TMII Gratiskan Tiket Masuk Spesial Hari Anak, Catat Ketentuannya

“Kami percaya, sinergi dunia usaha, lembaga masyarakat dan pemerintah seperti yang dilakukan di Surakarta dapat menjadi model nasional perlindungan anak.

"Misi perusahaan adalah memastikan seluruh anak korban mendapatkan akses layanan berkualitas, demi generasi Indonesia tangguh menuju 2045,” tutup Adjib.***

Halaman:

Tags

Terkini