Hasilnya, segmen Klaten-Prambanan dinyatakan layak beroperasi. Sertifikat Laik Operasi (SLO) dikeluarkan oleh Ditjen Bina Marga Kementerian PU pada 17 Juni 2025 dan disusul dengan terbitnya SK Pengoperasian dari Menteri PU pada 30 Juni 2025.
Selain mempercepat perjalanan, jalan tol ini juga membantu mengurai kemacetan di jalan nasional Klaten-Prambanan yang sering mengalami kepadatan.
Selama masa uji coba, jalur ini terbukti mampu mengakomodasi lonjakan kendaraan dari arah Solo maupun Yogyakarta.
Kehadiran Gerbang Tol Prambanan turut memberikan alternatif keluar yang mengurangi beban di Gerbang Tol Klaten.
Baca Juga: Profit Jalan Terus! SIG Torehkan Kinerja Positif Lewat Inovasi dan Efisiensi
Penyesuaian dalam struktur keuangan Jasa Marga pun dilakukan melalui penyelesaian adendum Perjanjian Pemegang Saham antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk di PT Jasamarga Jogja Solo (PT JMJ).
Dalam surat keterbukaan informasi tertanggal 24 Juli 2025, disampaikan bahwa PT JMJ kini dapat dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Jasa Marga sesuai standar akuntansi yang berlaku.
Struktur kepemilikan saham tetap tidak berubah, dan seluruh ketentuan SHA tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pengambilan kebijakan operasional dan arah bisnis juga tetap dikelola secara sinergis oleh para pemegang saham sesuai perjanjian.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menegaskan bahwa langkah ini memperkuat posisi keuangan perusahaan.
“Konsolidasi PT JMJ bukan hanya mencerminkan sinergi dan keselarasan visi antar pemegang saham, tetapi juga menunjukkan komitmen kami dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan bisnis jalan tol."
"Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo merupakan proyek strategis nasional yang akan memberikan dampak signifikan terhadap konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi kawasan,” katanya.
Baca Juga: Ragam Donat Khas Nusantara, Ide Dasarnya dari Oliebollen yang Lalu Dikreasikan Berbeda-beda
Sebagai bagian dari jaringan tol nasional yang dikelola Jasa Marga Group, keberadaan Tol Jogja-Solo mendukung upaya pemerintah mempercepat distribusi logistik serta pembangunan infrastruktur wilayah.