Data tersebut berasal dari Kementerian Sosial dan diserahkan ke BULOG oleh Badan Pangan Nasional.
Baca Juga: Curi Perhatian di GIIAS 2025, Booth Pertamina Raih Best Booth Interactive Experience
Wakapolda Banten juga menekankan pentingnya koordinasi antara BULOG dan aparat keamanan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kami, POLRI dan TNI akan berkolaborasi bersama mengamankan program dan kebijakan dari Presiden terkait Bantuan Pangan dan SPHP ini," ujar Hengki disela-sela tinjauan lapangan tersebut.
Kolaborasi lintas instansi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kelancaran program, agar tujuannya tercapai, yakni menjaga kestabilan harga dan memperkuat ketahanan pangan.
Sinergi yang dibangun juga memperkuat pelaksanaan di lapangan.
Untuk target penyaluran SPHP sepanjang Juli hingga Desember 2025, BULOG menargetkan 1,3 juta ton.
Penyaluran dilakukan melalui berbagai jalur seperti pedagang pasar, koperasi desa atau kelurahan, outlet pemerintah daerah, rumah pangan, swalayan, hingga instansi pemerintah seperti TNI dan POLRI.
Baca Juga: Konsisten Terapkan Good Mining Practice, Komitmen MIND ID Memastikan Kinerja Berkelanjutan
Hingga 2 Agustus 2025, total beras SPHP yang telah disalurkan mencapai lebih dari 189 ribu ton.
Sementara itu, Banpang diberikan kepada lebih dari 18,2 juta PBP di seluruh wilayah Indonesia.
Data penerima diperoleh dari Kementerian Sosial dan disampaikan kepada BULOG melalui Bapanas. Untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025, setiap PBP mendapatkan total 20 kg beras, masing-masing 10 kg per bulan.
Hingga 2 Agustus 2025, realisasi penyaluran mencapai 270 ribu ton atau 73,96% dari total pagu sebesar 365 ribu ton.