“Total program dilaksanakan selama tiga bulan. 14 hari untuk pelatihan secara langsung, sisanya berupa pendampingan program dan usaha,” tambah Ani.
Dari pelatihan ini, diharapkan peserta akan memperoleh pengetahuan memadai, baik tentang pemanfaatan minyak jelantah, potensi jelantah menjadi rupiah tapi lebih jauh lagi tentang wirausaha dan UMKM.
Baca Juga: Lowongan Karier di BUMN! Perum Jasa Tirta I Buka Lowongan Staf Hukum untuk Lulusan S1
Selain bisa memanfaatkan minyak jelantah yang dihasilkan lini bisnis FLS milik PDC, hasil produksi peserta pelatihan juga nantinya bisa dimanfaatkan di lini bisnis PDC yang sama, seperti untuk sabun cuci tangan di ruang makan, sabun cuci piring dan sabun untuk cuci pakaian.
“Untuk kali pertama ini PDC telah menargetkan produksi 750 buah lilin aromaterapi , 750 buah sabun batang, juga 750 botol sabun cair.
"Bahannya bisa memanfaatkan 100-150 liter minyak jelantah yang dihasilkan dapur dan katering PDC. Dan siklus ini kemungkinannya akan berkelanjutan,” jelas Ani lagi.
Baca Juga: Menikmati Golden Sunrise di Bukit Scooter, Salah Satu Tempat Wisata Favorit di Dataran Tinggi Dieng
Ani mengatakan, PDC sangat bangga dan bersyukur saat hasil produksi pertama peserta pelatihan bisa diterima peserta workshop ESG Integration in Construction dengan baik, bahkan diapreasi karena tampilannya yang eksklusif.
“Semoga ketika peserta pelatihan memasarkan secara luas, masyarakat juga tertarik dan bisa menerima produk-produk ini dengan baik,” tutup Ani.***