Sejak dimulainya pembangunan, The Sanur telah menyerap Rp4,88 triliun investasi dari 13 pelaku usaha.
Jumlah ini mencerminkan besarnya kepercayaan investor terhadap prospek kawasan ini.
Baca Juga: Mengenal Command Center, Fasilitas Pendukung KEK Sanur untuk Perkuat Layanan Intergrasi Kawasan
Dalam aspek ketenagakerjaan, hingga semester I 2025, tercatat 4.031 orang telah bekerja di kawasan ini, termasuk 864 tenaga kerja lokal.
The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel juga memberikan ruang bagi tenaga kerja disabilitas, dengan tiga karyawan aktif di berbagai posisi seperti steward, linen attendant, dan public area.
Dorong Produk Lokal dan Karya Seni Nusantara
Baca Juga: KEK Sanur Hadirkan Sentra UMKM untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Komitmen The Sanur terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tercermin dari penggunaan produk lokal dalam berbagai fasilitas, termasuk karya seni dan ornamen hotel.
Salah satunya adalah Patung Legong Classic karya I Gede Sarantika dari Desa Mas, Ubud, setinggi 2,45 meter yang menggambarkan enam gerakan tari Legong.
Sementara itu, ornamen ukiran di Bali Beach Convention adalah hasil karya seniman dari Desa Sumita, Gianyar.
Bahan makanan, dekorasi, dan furnitur juga berasal dari pemasok lokal, memperkuat peran UMKM dan mendukung ekonomi kreatif Bali.
Christine Hutabarat menambahkan, “Melalui pemanfaatan karya seni serta produk lokal, The Sanur tidak hanya menjadi destinasi kelas dunia, tetapi juga etalase potensi karya bangsa.”
Sentra UMKM "Natah Antakara" dan Pelatihan Inovatif
Baca Juga: Melihat Potensi KEK Sanur dalam Menggerakkan Perekonomian Nasional