rilis-bumn

Hari Gajah Internasional: Hutama Karya Perkuat Perlindungan Pergerakan Gajah Sumatra di Sepanjang Jalan Tol Trans Sumatra

Selasa, 12 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Hutama Karya rayakan Hari Gajah Internasional dengan inovasi Underpass Perlintasan Gajah di JTTS, jaga ekosistem dan libatkan masyarakat sekitar. (Dok. Hutama Karya)

Data juga mengungkap bahwa gajah jantan dari kantong Balai Raja sering menuju kantong Giam Siak Kecil untuk mencari pasangan.

Baca Juga: Laut Banyuwangi Kian Hidup, Brantas Abipraya Tanam Ribuan Terumbu Karang

“Perjalanan cinta ini mencakup jarak puluhan kilometer dan menjadi dasar pembangunan underpass di kilometer 12, 61, 69, 71, 73, dan 76. Terowongan ini memiliki tinggi 5,1 meter dan lebar hingga 45 meter, memfasilitasi pergerakan alami sekaligus melindungi keselamatan gajah,” tambahnya.

Pemantauan intensif selama lima tahun memperlihatkan pola migrasi yang rutin dan dapat diprediksi.

Perawatan terowongan dilakukan secara berkala untuk mengatasi genangan air, sementara kamera trap dipasang di setiap lokasi underpass untuk memperoleh data akurat terkait perilaku dan frekuensi penggunaan.

Baca Juga: Makanan Kesukaan Pahlawan Nasional Indonesia, Kuliner Tradisional yang Masih Bisa Ditemukan Sekarang

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Rimba Satwa Foundation (RSF) menegaskan bahwa pergerakan ini merupakan perilaku alami yang penting untuk menjaga keragaman genetik.

“Gajah seperti Codet yang berusia 70 tahun dan Getar yang berusia 35 tahun adalah contoh nyata bagaimana satwa ini bergantung pada koridor aman untuk keberlangsungan hidup mereka,” ujar Genman S. Hasibuan, Kepala BBKSDA Riau.

Melalui sistem SMART Patrol, pertumbuhan vegetasi pakan dan pergerakan gajah dapat dipantau secara real-time menggunakan satelit dan artificial intelligence.

Baca Juga: Pertamina EP Tingkatkan Kapasitas Produksi Lapangan Akasia Bagus untuk Mendukung Kemandirian Energi Nasional

Setiap gajah yang dilengkapi GPS collar bisa dipantau lokasinya setiap 30 menit, sehingga tim dapat melakukan mitigasi dini bila gajah mendekati permukiman.

Sejak program ini dijalankan, angka kecelakaan akibat konflik dengan satwa liar menurun hingga nol persen. Informasi peringatan dini juga diberikan kepada pengguna Tol Permai melalui VMS (Variable Message Sign) dan aplikasi mobile.

“Keberhasilan program ini terukur melalui data lapangan yang komprehensif: tidak ada lagi insiden gajah menyeberang jalan tol secara berbahaya sejak optimalisasi underpass tahun 2023,” jelas Adjib.

Baca Juga: Waskita Karya Lakukan Groundbreaking Gedung UGM, Nilai Proyek Capai Rp113,08 Miliar

Populasi gajah di kantong Balai Raja dan Giam Siak Kecil pun stabil, dengan tiga kelahiran anak gajah dalam dua tahun terakhir.

Halaman:

Tags

Terkini