rilis-bumn

Hari Gajah Internasional: Hutama Karya Perkuat Perlindungan Pergerakan Gajah Sumatra di Sepanjang Jalan Tol Trans Sumatra

Selasa, 12 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Hutama Karya rayakan Hari Gajah Internasional dengan inovasi Underpass Perlintasan Gajah di JTTS, jaga ekosistem dan libatkan masyarakat sekitar. (Dok. Hutama Karya)

Ke depan, program konservasi akan diperluas dengan pembangunan nursery permanen untuk pembibitan tanaman pakan, pusat edukasi konservasi, serta kemitraan riset dengan pemerhati gajah.

Hutama Karya juga berencana menerapkan konsep ini di proyek jalan tol lain yang melintasi habitat satwa dilindungi, termasuk Tol Sigli – Banda Aceh.

Baca Juga: Santapan Hari Kemerdekaan di Andrawina Resto Ratu Boko, Berlatar Candi Megah dan Gunung Merapi

“Hari Gajah Internasional jadi pengingat bahwa kita bisa membangun infrastruktur maju tanpa melupakan tanggung jawab menjaga alam. Gajah Sumatra adalah bagian penting dari ekosistem yang harus kita rawat bersama,” tutup Adjib.

Selain melindungi habitat, Hutama Karya juga mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar jalan tol melalui program ekonomi hijau berkelanjutan.

Masyarakat setempat dilibatkan aktif dalam penanaman dan budidaya tanaman pakan gajah. Kelompok Tani Hutan Alam Pusaka Jaya di Dusun Bahorok, Desa Pinggir, menerima bantuan 125 bibit durian montong premium, 4.000 bibit rumput odot, dan 3.000 batang jeruk nipis.

Baca Juga: e-Money Tahilalats, Koleksi Spesial Bank Mandiri untuk Rayakan Kemerdekaan

Jeruk nipis berfungsi sebagai penghalang alami gajah, rumput odot menjadi pakan favorit, dan durian montong diharapkan menjadi sumber ekonomi alternatif.

Program ini telah memberi manfaat pada 75 kepala keluarga di 2024, meningkat dari 50 KK di tahun sebelumnya, dengan tambahan pendapatan rata-rata Rp2,5 juta per KK per tahun.

Sekretaris Kelompok Tani, Suparto, mengatakan bantuan tersebut berdampak positif tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada masyarakat.

Baca Juga: Optimalisasi Operasi Migas, PHE ONWJ Sempurnakan Jalur Pipa Bawah Laut

“Kami tidak hanya menerima bibit, tetapi juga pelatihan teknis penanaman dan pemeliharaan. Program ini mengubah cara pandang masyarakat terhadap gajah,” ujarnya.

Edukasi konservasi juga menyasar 15 sekolah di sekitar wilayah proyek, menanamkan kesadaran pelestarian sejak dini. Memasuki tahun keenam operasional, Tol Permai membuktikan bahwa infrastruktur modern dapat bersinergi dengan konservasi alam dan kesejahteraan sosial.

Hutama Karya akan terus melanjutkan program ini sebagai bagian dari strategi ESG (Environmental, Social, Governance) dan kontribusi pada Sustainable Development Goals, khususnya SDG 15 (Life on Land) dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). ***

 

Halaman:

Tags

Terkini