Kabar BUMN — Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Rajawali Nusindo, anak perusahaan Holding BUMN Pangan ID FOOD, berpartisipasi dalam Bazar Pangan Murah yang digelar di 40 titik cabang dari Aceh hingga Papua.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Bazar Pangan di 80 titik seluruh Indonesia yang diinisiasi oleh ID FOOD pada 12–16 Agustus 2025.
Bazar tersebut menawarkan berbagai bahan pokok seperti beras SPHP 5 kilogram, gula kristal putih, minyak goreng, dan garam dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca Juga: Brantas Abipraya Percepat Pembangunan Bendungan Bulango Ulu untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Contohnya, harga gula kemasan mulai dari Rp17.000 per kg di wilayah Jawa, Rp17.300 di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, serta Rp18.000 di Papua.
Sementara itu, beras SPHP 5 kg dijual dengan harga Rp60.000–Rp63.500 per sak sesuai wilayah, dan Minyakita dibanderol Rp15.700 per liter.
Plt. Direktur Utama PT Rajawali Nusindo, Wahyu Sakti, menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan ini merupakan wujud kontribusi nyata BUMN Pangan dalam menjaga kestabilan harga serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pionir Ekosistem Sustainable Aviation Fuel Berbasis Ekonomi Sirkular
“Melalui Bazar Pangan ini, kami ingin memastikan masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok, bisa mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau."
"Ini bukan hanya kegiatan jual beli, tetapi wujud kepedulian kami untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan pasokan pangan yang merata,” ujar Wahyu.
Untuk kelancaran distribusi, Rajawali Nusindo mengerahkan seluruh jaringan cabangnya bekerja sama dengan pemerintah daerah, desa, kelurahan, serta mitra usaha lokal.
Baca Juga: Menjelajah 6 Disneyland Terbaik di Dunia, dari Amerika hingga Asia
Selain menjual komoditas utama, setiap cabang juga memamerkan produk unggulannya, khususnya di sektor pangan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah dinamika harga pangan, sekaligus menjadi kontribusi nyata, khususnya dalam momen perayaan kemerdekaan,” tambah Wahyu.