rilis-bumn

Brantas Abipraya Garap Tol Akses Patimban Paket 2 untuk Perkuat Ekonomi dan Konektivitas di Subang

Kamis, 14 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Brantas Abipraya bangun Tol Akses Patimban Paket 2 di Subang untuk memperkuat konektivitas, dorong efisiensi logistik, dan pacu pertumbuhan ekonomi. (Dok. Brantas Abipraya)

Kabar BUMN - PT Brantas Abipraya (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Kali ini, perusahaan tengah mengerjakan proyek Jalan Tol Akses Patimban Paket 2 yang berlokasi di Subang, Jawa Barat.

Sebagai BUMN konstruksi, Brantas Abipraya memegang peranan penting dalam meningkatkan konektivitas menuju Pelabuhan Patimban, yang dikenal sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Tanah Air.

Baca Juga: SIG Dukung Pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1 dengan Pasok 22.184 Ton Semen

“Pembangunan Jalan Tol Patimban yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional ini nantinya akan menjadi penghubung vital antara Kawasan Industri di Jawa Barat dan Pelabuhan Patimban."

"Sekaligus menjadi alternatif jalur bagi masyarakat di Kabupaten Indramayu, Subang, Purwakarta, dan Karawang,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Dian menjelaskan, Jalan Tol Akses Patimban memiliki total panjang 37,05 kilometer yang dikerjakan dalam beberapa paket.

Baca Juga: Perkuat UMKM, Mitra Binaan TASPEN Ikut Pameran Batik Nasional

Untuk Paket 2, Brantas Abipraya bekerja sama dengan BUMN Konstruksi lainnya melalui skema Joint Operation untuk membangun ruas sepanjang 6,2 kilometer.

Ruas ini menjadi jalur penting yang menghubungkan kawasan industri Cikarang–Karawang–Cikampek dengan pelabuhan, sehingga arus distribusi barang ekspor dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

“Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban Paket 2 ini bukan hanya proyek konstruksi, tetapi juga investasi untuk memperkuat daya saing logistik nasional."

Baca Juga: Sistem Pelacakan Pendaki Berbasis Aplikasi Mulai Diterapkan di Gunung Rinjani Akhir Agustus

"Merupakan bagian dari agenda Asta Cita yang bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan, efisiensi logistik, dan pertumbuhan ekonomi."

"Diharapkan dapat memangkas biaya logistik dan meningkatkan daya saing Pelabuhan Patimban. Proyek ini juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” imbuh Dian.

Halaman:

Tags

Terkini