“Ini akan menjadi satu-satunya jalan tol di Indonesia yang tiga kali melewati sungai berkelok dan dilintasi kapal tongkang,” imbuh Adjib.
Baca Juga: Hutama Karya Uji Kelayakan Tol Tempino–Ness, Pangkas Waktu Tempuh Palembang–Jambi Jadi 2,5 Jam
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pembangunan ruas ini tak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga memberi manfaat ekonomi dan lingkungan.
Hutama Karya menerapkan prinsip ESG dengan menanam 25.000 mangrove, melakukan penghijauan lereng melalui metode taplok, serta menstabilkan bahu jalan dengan rumput gajah.
Proyek ini menyerap ratusan tenaga kerja, termasuk masyarakat lokal, dan melibatkan puluhan UMKM daerah dalam rantai pasoknya.
Baca Juga: Hutama Karya Jalin Kolaborasi Luncurkan Program Konservasi Terumbu Karang di Banyuwangi
“Kehadiran proyek ini juga melibatkan puluhan UMKM lokal dalam rantai pasok yang berkontribusi positif bagi perekonomian bagi masyarakat sekitar,” ujar Adjib.
Pembangunan Seksi 3A ini merupakan hasil kerja sama KSO HK–ADHI–BRANTAS.
Hutama Karya memastikan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat, dengan pencapaian zero accident dan zero fatality selama proses konstruksi.
Pasca PHO, proyek akan memasuki masa pemeliharaan selama 720 hari untuk menjamin keselamatan dan kinerja perkerasan.
Operasional penuh untuk umum akan dilakukan setelah seluruh jaringan Tol IKN Seksi 1A–6C tersambung, yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2028.
“Hutama Karya siap menjalankan penugasan pemerintah demi mempercepat konektivitas IKN dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,” tutup Adjib Al Hakim.***