rilis-bumn

Peran Pemimpin Jadi Kunci, PHE Bagikan Strategi Transformasi di Industri Hulu Migas

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 18:30 WIB
Sejak 2007, PHE konsisten tumbuh hingga kini mengelola 24% wilayah kerja migas nasional, transformasi yang berbuah nyata.

Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menilai bahwa keberhasilan sebuah transformasi perusahaan tidak hanya ditentukan oleh strategi bisnis, tetapi juga oleh kepemimpinan yang visioner serta komunikasi yang mampu menyatukan seluruh tim.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, dalam forum “Leading the Shift: Menyoroti Peran Pemimpin sebagai Penggerak Utama Transformasi” yang diselenggarakan Dwi Soetjipto Research Center (DSRC) di WTC 1 Jakarta, Rabu (13/8).

Dalam paparannya, Whisnu menjelaskan perjalanan PHE sejak berdiri pada 2007 hingga berkembang menjadi salah satu pemain utama di industri hulu migas nasional.

Baca Juga: Pelita Air Sambut HUT ke-80 RI dengan Promo Diskon Hingga Rp808.000 untuk Rute Domestik & Internasional

Kini, PHE mengelola sekitar 24% wilayah kerja migas di Indonesia dan memberikan kontribusi signifikan sebesar 69% terhadap produksi minyak nasional.

Menurut Whisnu, capaian ini tidak terlepas dari keberanian perusahaan untuk melakukan transformasi berkelanjutan, mulai dari lingkup kecil hingga mampu menjadi penggerak utama di industri.

Ia menekankan bahwa keberanian keluar dari zona nyaman merupakan salah satu faktor penting yang membawa PHE pada posisi saat ini.

Baca Juga: SIG Perkuat Kiprah di Industri Bahan Bangunan, Masuk Fortune Indonesia 100 Tahun 2025

“Transformasi harus dimulai, bukan hanya dibicarakan," kata Whisnu.

Tantangan utamanya adalah membawa seluruh insan perusahaan keluar dari zona nyaman dan menjaga momentum perubahan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, komunikasi adalah instrumen utama untuk memastikan transformasi berjalan efektif dan mendapat dukungan dari seluruh pihak.

Baca Juga: Contoh 20 Ucapan HUT ke-80 RI yang Inspiratif untuk Unggahan Media Sosial

Whisnu juga menyoroti keberhasilan PHE mengawal proyek strategis nasional Jambaran Tiung Biru (JTB).

Meski menghadapi pandemi COVID-19, proyek tersebut mampu mencapai full production pada 2024 dengan kapasitas produksi gas mencapai 193 juta kaki kubik per hari yang melebihi target awal.

Halaman:

Tags

Terkini