Kabar BUMN – Kejaksaan Republik Indonesia melaksanakan Panen Raya Program Jaksa Mandiri Pangan di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Acara ini menjadi bukti nyata sinergi antara Kejaksaan RI, Kementerian Pertanian, Perum BULOG, PT Pupuk Indonesia (Persero), serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto melalui program Asta Cita menuju swasembada pangan.
Panen berlangsung di lahan pertanian yang berasal dari tanah rampasan negara hasil tindak pidana, kemudian dikelola oleh Gapoktan setempat.
Baca Juga: QLola by BRI Catat Volume Transaksi Rp5.970 Triliun Hingga Juni 2025
Luas lahan tersebut mencapai 7 hektare dengan hasil panen melampaui rata-rata produktivitas, yaitu mencapai 7 ton gabah per hektare.
“Program Jaksa Mandiri Pangan merupakan bentuk kepedulian kejaksaan dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional."
"Ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, dan menjadi kewajiban moral bagi seluruh jajaran kejaksaan untuk memastikan program ini berjalan sukses,” ujar Jaksa Agung Republik Indonesia, Sanitiar Burhanuddin.
Baca Juga: Inovasi PRV PEP Bunyu Field, Ganti Casing Valve Tanpa Hentikan Produksi Migas
Dalam panen raya tersebut turut hadir Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, jajaran Direksi PT Pupuk Indonesia, serta Forkopimda setempat.
Program Jaksa Mandiri Pangan saat ini mengelola 414 bidang tanah rampasan dengan luas lebih dari 330 hektare.
Dengan produktivitas rata-rata 5 ton padi per hektare, diperkirakan mampu menghasilkan 1.650 ton padi setiap musim.
Baca Juga: Antisipasi Hipotermia, Ini Barang yang Wajib Dikenakan Saat Mendaki Gunung Tinggi
Kejaksaan bertugas mengoordinasikan lahan, Kementerian Pertanian menyediakan bibit dan sarana, PT Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk, sementara Perum BULOG menjamin penyerapan hasil panen sebagai off taker.
“Kami melihat keterlibatan Kejaksaan dalam program pangan ini memberikan dampak yang sangat signifikan."
"Dengan adanya sinergi lintas sektor, mulai dari penyediaan lahan hingga penyerapan hasil panen, produksi beras nasional akan meningkat pesat."