Menurutnya, baja merupakan syarat mutlak untuk mendorong hilirisasi, memperkuat daya saing global, serta membuka lebih banyak lapangan kerja.
“Asta Cita tidak akan tercapai bila fondasi industrinya rapuh.
"Baja harus diperkuat agar pembangunan infrastruktur dan manufaktur memiliki penopang yang kokoh,” tegas Akbar.
Baca Juga: Mampu Menjaga Kualitas Produksinya, Krakatau Steel Lakukan Ekspor Baja ke Amerika Serikat
Dengan proteksi yang tepat, industri baja Indonesia bukan hanya akan terjaga dari gempuran impor, tetapi juga mampu menjadi fondasi pembangunan jangka panjang yang inklusif dan berdaya saing tinggi.***