rilis-bumn

Elnusa Bersama Pertamina dan Pindad Luncurkan PERTASTREAM, Alat Inspeksi Pipa Ultrasonik Pertama Buatan Indonesia

Minggu, 24 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Elnusa berkolaborasi dengan Pertamina dan Pindad meluncurkan PERTASTREAM, alat inspeksi pipa ultrasonik pertama buatan Indonesia. (Dok. Elnusa)

Kabar BUMN - PT Elnusa Tbk (Elnusa), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Pindad resmi memperkenalkan PERTASTREAM, alat inspeksi pipa berbasis ultrasonik pertama yang sepenuhnya dikembangkan di Indonesia.

Peluncuran inovasi ini berlangsung di fasilitas PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK) Merak, Banten, dalam rangkaian pameran teknologi inovasi karya anak bangsa.

PERTASTREAM merupakan In-Line Inspection Intelligence Pigging Ultrasonic (ILI UT) yang dirancang untuk memeriksa kondisi internal pipa migas dengan tingkat presisi tinggi.

Baca Juga: Elnusa Tingkatkan Kiprah Global Lewat Marine Support Survei Seismik 3D di Thailand

Teknologi ini mampu mendeteksi korosi, retakan, deformasi, serta memetakan ketebalan pipa dengan akurasi hingga 90% pada kecepatan 0,1–1 meter per detik.

Selain itu, PERTASTREAM dapat mengenali retakan kompleks seperti stress corrosion cracking (SCC) dan mengolah data dalam jumlah besar dengan kualitas sinyal optimal.

Indonesia memiliki jaringan pipa migas dengan panjang lebih dari 21.000 kilometer.

Baca Juga: Elnusa Dukung Pendidikan dengan Hibah Peralatan Survei Geofisika untuk UNS

Kehadiran PERTASTREAM diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pendapatan dari kegiatan inspeksi dan pemeliharaan pipa, sekaligus mendukung keberlanjutan operasi migas nasional secara lebih efisien dan kompetitif.

Teknologi ini juga dapat diterapkan di berbagai sektor, mulai dari hulu, midstream, hingga hilir, sehingga memberi manfaat nyata bagi seluruh rantai bisnis migas.

Dibandingkan metode konvensional Magnetic Flux Leakage (MFL), PERTASTREAM hadir lebih ringan, efisien, dan kompatibel dengan proses inspeksi maupun mechanical de-coking.

Baca Juga: Elnusa Perpanjang Perjanjian Kredit dengan BNI Senilai USD 70 Juta untuk Periode 2025–2027

Inovasi ini memperkuat kemandirian industri migas nasional sekaligus mendukung program Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Pengembangan teknologi ini merupakan hasil sinergi strategis antar BUMN.

Halaman:

Tags

Terkini