Elnusa melalui EFK bertanggung jawab pada desain, fabrikasi, dan pengujian prototipe.
Pertamina berperan dalam riset dan integrasi teknologi, sementara Pindad berkontribusi pada produksi komponen mekanis berpresisi tinggi.
Ke depan, PERTASTREAM diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas di lingkungan Pertamina Group, sehingga memberikan nilai tambah maksimal bagi perusahaan maupun negara.
Direktur Utama Elnusa, Bachtiar Soeria Atmadja, menegaskan bahwa inovasi ini menjadi tonggak penting bagi kemandirian energi Indonesia.
Baca Juga: Pertumbuhan Konsisten, Saham Elnusa Tembus Rekor dalam 8 Tahun Terakhir
“PERTASTREAM bukan hanya solusi teknis, tetapi simbol kemandirian kolaborasi dalam membangun masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan.
"Hal ini juga menandai peluncuran resmi In-Line Inspection (ILI) Tool pertama yang sepenuhnya dikembangkan di Indonesia,” ujarnya.
Bachtiar menambahkan, “Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya sinergi dalam mempercepat implementasi rencana kerja Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang kedua, yaitu ‘Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi,’” tambahnya.
Baca Juga: Elnusa Journalistic Award 2025: Menggugah Semangat Baru untuk Masa Depan Energi Berkelanjutan
Melalui peluncuran PERTASTREAM, Elnusa menegaskan posisinya sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang tidak hanya menawarkan solusi total, tetapi juga memberikan nilai tambah lewat penguasaan teknologi inovatif karya anak bangsa.***