Dengan jaringan ribuan cabang di seluruh Indonesia, koperasi ini menjadi ujung tombak distribusi pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga.
Baca Juga: Jelang HUT ke-80 RI, Program SPHP BULOG Tunjukkan Hasil, Harga Pangan Sudah Terkendali
"BULOG melihat koperasi sebagai mitra strategis jangka panjang, yang tidak hanya membantu pendistribusian beras dan bahan pokok, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam penanganan gejolak harga, cadangan pangan pemerintah, serta bantuan pangan kepada masyarakat rentan," terang Febby Novita.
Dalam konteks ketahanan pangan, Febby menegaskan bahwa sinergi antara BULOG dan koperasi bukan sekadar urusan logistik.
“Ini adalah bagian dari bela negara dalam arti yang sesungguhnya, yakni menjaga perut rakyat agar tetap kenyang, stabil, dan sejahtera,” tegasnya.
Baca Juga: SPHP BULOG Tekan Harga Gabah dan Beras Menjelang HUT RI ke-80
"Kami ingin menunjukkan bahwa kerja sama ini adalah bentuk nyata nasionalisme ekonomi.
"Saat BULOG dan koperasi bersatu, kita bukan hanya menyalurkan beras, kita sedang menjaga kedaulatan pangan bangsa," imbuhnya.
Dari Sabang sampai Merauke, BULOG bersama KDKMP terus memperluas jangkauan distribusi pangan.
Didukung jaringan gudang dan armada logistik terintegrasi, BULOG memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam urusan pangan.
"Melalui langkah-langkah konkret seperti di Tarakan, BULOG membuktikan bahwa kolaborasi antara BUMN pangan dan koperasi rakyat mampu menjawab tantangan distribusi pangan di era modern, sekaligus memperkuat ekonomi lokal," pungkas Febby.
BULOG juga mendukung kehadiran KDKMP sebagai program prioritas nasional pemerintah.
Baca Juga: BULOG dan POLRI Mantapkan Kolaborasi untuk Percepat Penyaluran Beras Murah SPHP ke Masyarakat
Sesuai Inpres 9 Tahun 2025, KDKMP mengusung semangat membangun kekuatan ekonomi desa dan kelurahan melalui sistem gotong royong dengan memastikan ketersediaan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.