rilis-bumn

Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik I, Jalan Baru Menuju Pemerataan di Ranah Minang

Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:00 WIB
Desain Fly Over Sitinjau Lauik I, rancangan modern yang akan hadir sebagai solusi konektivitas di Sumatera Barat.

Dengan rampungnya proyek ini, kami ingin menjawab persepsi bahwa urusan pembangunan di Sumatera Barat berjalan lambat, sekaligus membuktikan bahwa Sumatera Barat mampu bergerak cepat. Semoga pembangunan ini menjadi hadiah kemerdekaan bagi masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya.

Baca Juga: Panduan Memilih Ransel untuk Backpacker, Budget Traveling Boleh Hemat, Ransel Tetap Harus Berkualitas

Pada hari yang sama, Satgas Investasi dan KPBU Ditjen Bina Marga Kementerian PU juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Fly Over Sitinjau Lauik I oleh tim Monev, Dr. Ir. Herry Trisaputra Zuna, M.T.; Ir. KGS Saiful Anwar, M.T.; Ir. Soebagiono, M.Sc.Eng.; A. Pieter Michael B., S.T., bersama jajaran Ditjen Bina Marga.

Dalam evaluasi tersebut, dipastikan bahwa pengesahan desain Rencana Teknik Terperinci (RTT) akan diselesaikan dalam dua bulan ke depan dan tidak melewati batas waktu 14 Oktober 2025.

Lebih detail, Michael menyampaikan bahwa pembangunan flyover saat ini masih dalam tahap persiapan awal.

Proyek Fly Over Panorama I tengah digarap, wujud nyata pemerataan pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat.

Baca Juga: PT Dahana Gandeng SMKN Cibogo, Sukses Gelar Panen Perdana Oyong di Nursery Edupark

Beberapa pekerjaan yang sedang dilakukan antara lain perbaikan jalan yang sudah ada, pembebasan tanah untuk proyek, penyelesaian gambar desain, dan pembangunan kantor sementara di lokasi proyek.

Kami juga sudah mulai melakukan uji coba pembuatan pondasi untuk Jembatan 3 dan Jembatan 4. Ini adalah langkah penting di awal proyek untuk memastikan bangunan flyover nantinya kuat dan pembangunan berjalan lancar,” jelasnya.

Tahap persiapan ditargetkan selesai pada Oktober 2025 dan dilanjutkan ke proses konstruksi.

Baca Juga: The Meru Sanur & Bali Beach Hotel Turut Sukseskan Maybank Marathon 2025, Bali Jadi Sorotan Dunia

Michael menyebut, karena sebagian pekerjaan konstruksi dilakukan pada wilayah umum, maka selama masa konstruksi, rekayasa lalu lintas juga akan diatur secara optimal agar tidak menimbulkan kepadatan di jalur eksisting selama masa konstruksi.

"Sebelum dimulai pekerjaan, sosialisasi melalui beberapa media akan kami gencarkan sehingga kami menghimbau agar pengguna jalan dapat berhati-hati saat melalui Sitinjau Lauik selama masa pekerjaan,” imbuhyna.

Proyek Fly Over Sitinjau Lauik I dengan nilai investasi sebesar Rp 2,793 triliun memiliki masa konsesi 12,5 tahun yang terbagi menjadi 2,5 tahun masa konstruksi (termasuk persiapan) dan 10 tahun masa layanan.

Baca Juga: Kuliner yang Wajib Dicicipi Saat Berkunjung ke Jeonju

Flyover ini memiliki panjang +2,78 km dimana terdapat 4 jembatan.

Halaman:

Tags

Terkini