Menutup pidatonya, Bambang mengajak seluruh elemen bangsa—mulai dari asosiasi petani, dinas pemerintah daerah, hingga perusahaan swasta-untuk memperkuat kolaborasi.
Karena hanya dengan kerja sama yang sejajar dan saling menguatkan, lanjut dia. petani bisa menjadi tulang punggung industri yang bukan hanya produktif, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pertamina Dukung 110 Inovasi Sosial Anak Muda Lewat PFmuda 2025
"Untuk petani yang lebih mandiri, untuk industri yang lebih tangguh, dan untuk Indonesia yang lebih kuat," pungkas Bambang.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Aspekpir, Rusman Heriawan mengapresiasi PTPN IV Regional III yang hingga saat ini terus bersinergi dengan asosiasi yang dipimpin Setyono tersebut.
Senada dengan Bambang, ia mengatakan bahwa komoditas sawit memiliki karateristik yang sangat kuat untuk membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Baca Juga: KAI Bandara Dorong UMKM Klungkung Go Digital Lewat Relawan Bakti BUMN Batch VIII
Melalui kemitraan yang bertumbuh secara positif, para petani sawit memiliki kesejahteraan yang sangat baik.
"Coba kita lihat kasat mata petani sawit sekarang, jarang yang miskin. Semuanya terangkat. Ini fakta bahwa pengurangankemiskinan sangat cepat dari wilayah sawit. dan itu tentu menyumbang penurunan kemiskinan nasional," kata dia.
Keberadaan Aspekpir, jelas Rusman, tak lepas dari dukungan dan hubungan kemitraan yang baik serta sejarah panjang dengan PTPN IV.
Baca Juga: Warisan Perjuangan Tetap Dijaga, TASPEN Setia Salurkan Tunjangan Veteran
Dia mengatakan sejak tahun 1980 an, para petani PIR bersama-sama membangun sawit dengan PTPN. Hubungan itu terus terjaga dengan baik hingga saat ini.
"Loyalitas konsitensi Aspekpir tidak perlu diragukan untuk membangun kemitraan dengan perusahaan. Aspekpirtidak berpolitik, tidak senggola sana-sini. Kami adalah adalah petani murni yang membangun dirinya untukperbaiki nasibnya," tutupnya.***