Selain Balikpapan – Parepare, ASDP juga memperkuat dua rute tambahan LDF dari Pelabuhan Patimban (Jawa Barat), yakni Patimban–Pontianak dan Patimban–Banjarmasin. Rute ini dilayani oleh KMP Ferrindo V dengan kapasitas angkut 145 unit kendaraan campuran.
Baca Juga: Pertamina Tanam 800 Mangrove untuk Dorong Keberlanjutan Lingkungan
Waktu tempuh mencapai 38 jam ke Pontianak (420 mil laut) dan 40 jam ke Banjarmasin (444 mil laut). Layanan rute ini menjadi solusi strategis untuk kelancaran distribusi barang dari Pulau Jawa menuju Kalimantan, terutama bagi kendaraan logistik berskala besar.
Selain rute LDF, JN juga mengoperasikan lintasan-lintasan SDF strategis yang tersebar di berbagai wilayah.
Di antaranya Ketapang - Gilimanuk, Lembar - Padang Bai, Lembar - Jangkar, Bajoe - Kolaka, Merak - Bakauheni, Kayangan - Pototano, Batulicin - Kota Baru (Tg Serdang), Tanjung Api-api - Muntok, Kariangau - Panajam, Kariangau – Mamuju.
Baca Juga: 80 Tahun Indonesia Merdeka: Hutama Karya Hadirkan 50 Proyek Konektivitas dari Barat ke Timur
Juga Kariangau - Taipa, Air Putih - Sei Selari, Telaga Punggur - Tanjung Uban, Telaga Punggur - Kuala Tungkal, Telaga Punggur - Sei Selari, Dumai - Rupat, Bardan - Siantan, serta Amolengo - Labuan.
Lintasan-lintasan ini melayani arus harian kendaraan dan penumpang yang krusial bagi distribusi bahan pokok, konektivitas antarwilayah, serta penguatan ekonomi lokal.
Shelvy mengatakan, ASDP bersama JN akan terus memperkuat sektor logistik dengan strategi ekspansi rute, peningkatan kapasitas armada, serta digitalisasi sistem layanan.
Baca Juga: Pertamina Perluas Produksi Bahan Bakar Hijau, Kilang Dumai dan Balongan Siap Ikuti Jejak Cilacap
“Kami optimistis sektor logistik dapat terus meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional yang lebih inklusif,” tandasnya.***