rilis-bumn

Bangkit dari Tidur Panjang, Tari Topeng Indramayu Tembus Osaka World Expo 2025

Senin, 1 September 2025 | 16:30 WIB
Pesona Indramayu terpancar lewat gerak luwes penari Topeng Juntinyuat yang menyihir ratusan penonton di Osaka.

Kabar BUMN – Tari Topeng Juntinyuat asal Indramayu sukses menorehkan pesona di panggung Cultural Performance Stage, Osaka World Expo 2025.

Digelar pada 28–29 Agustus, pertunjukan ini menghadirkan energi khas dari gerak tari yang ekspresif hingga kostum berwarna mencolok yang ikonik.

Penonton pun tak hanya sekadar melihat, tapi ikut larut dalam alunan gamelan yang berpadu harmonis dengan setiap langkah penari.

Baca Juga: Minat Jadi Konten Kreator di Kimia Farma? Simak Info Lowongan Magangnya di Sini

Penampilan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga membawa misi budaya untuk memperkenalkan warisan asli Indonesia kepada dunia melalui ajang berskala internasional.

Salah satu pengunjng asal Osaka, Keiko mengatakan bahwa dirinya sangat terhibur terhibur menyaksikan penampilan Tari Topeng dari Indonesia.

Gerakannya gemulai, kostumnya cantik, dan penari terlihat begitu berbeda ketika menggunakan topeng. Indonesia ternyata memiliki banyak budaya yang menarik dan indah,” ujarnya yang rela menunggu 30 menit demi menonton Cultural Performance di Pavilion Pertamina Indonesia.

Baca Juga: Jans Park Jatinangor, “Disneyland”-nya Jawa Barat dengan Panorama Gunung dan Taman Bunga Instagramable

Dari Lokal Bangkit Hingga Mendunia

Kehadiran Tari Topeng Juntinyuat di Osaka bukanlah perjalanan yang singkat. Kesenian ini sempat “tertidur” dan kurang diminati generasi muda.

Namun demikian, sejak 2023 melalui Program Jaga Budaya, sebagai salah satu program unggulan Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Gas bersama Sanggar Seni Cipta Budi dan masyarakat Desa Juntinyuat mulai membangkitkan kembali semangat para pegiat seni.

Baca Juga: Jasa Marga Percepat Proyek Tol Probolinggo–Banyuwangi, Katalis Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

Corporate Secretary Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur menyampaikan, Pertamina Gas mendukung penuh pelestarian budaya tersebut dengan memberikan fasilitas gamelan, memperbaiki ruang latihan tari, hingga membuka akses panggung pada berbagai penampilan lokal

"Lebih dari itu, Pertamina Gas juga menggandeng sekolah-sekolah sekitar agar Tari Topeng Juntinyuat dijadikan ekstrakurikuler resmi, sehingga generasi muda dapat mengenal dan melestarikannya sejak dini," ungkap Sulthani.

Hasilnya nyata, kesenian yang dulunya nyaris hilang kini kembali hidup.

Halaman:

Tags

Terkini