rilis-bumn

PERURI Gelar Digital Resilience Summit 2025: Perkuat Ketahanan Digital Indonesia di Era AI dan Quantum

Jumat, 12 September 2025 | 20:30 WIB
PERURI sukses menggelar Digital Resilience Summit 2025 bersama Xynexis untuk perkuat ketahanan digital Indonesia di era AI, quantum, dan keamanan siber. (Dok. PERURI)

Kabar BUMN – PERURI bersama PT Xynexis International sukses mengadakan Digital Resilience Summit 2025 pada 10–11 September 2025 di Hall INA Digital, Kantor PERURI, Jakarta Selatan.

Forum ini mengangkat tema “Integrating Cybersecurity, AI, Quantum & Privacy for Enterprise Resilience” dan mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, serta komunitas teknologi untuk membahas tantangan penting dalam membangun ketahanan digital Indonesia.

Hari pertama dimulai dengan Keynote Speech dari sejumlah tokoh, antara lain Menteri PAN-RB Rini Widyantini, Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, Ph.D melalui tayangan video, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

Baca Juga: Brantas Abipraya Perkuat SDM Lewat Program Beasiswa Anak Asuh

Hadir pula Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya, serta CEO PT Xynexis International, Eva Yulianti Noor, yang bersama-sama menegaskan komitmen sinergi lintas sektor demi memperkuat pertahanan digital nasional.

Dalam pidatonya, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo menekankan pentingnya ekosistem digital yang tangguh.

“Indonesia adalah salah satu komunitas digital terbesar di dunia dengan nilai ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai USD 109 miliar pada 2025."

Baca Juga: Masih Melayani Sampai Sekarang, Ini 4 Toko Tertua di Tokyo, Jepang

"Namun, di balik potensi itu, kita menghadapi ancaman serius seperti serangan siber yang menargetkan sektor strategis. Kita harus lebih siap menghadapi tantangan ini bersama-sama,” jelas Kartika.

Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya menilai forum ini sebagai langkah penting bagi PERURI.

“Digital Resilience Summit 2025 menjadi wadah strategis bagi PERURI untuk memperkuat kontribusi dalam membangun ekosistem teknologi dan keamanan digital di Indonesia. Di era disrupsi yang penuh risiko, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kedaulatan digital Indonesia tetap terjaga,” ungkap Dwina.

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi ONWJ dan Pemkab Cirebon Resmikan Desa Wisata Suranenggala

Sementara itu, CEO PT Xynexis International, Eva Noor, menambahkan urgensi kolaborasi dalam mengelola isu-isu besar teknologi.

“Forum ini menjadi ruang bersama bagi pemerintah, industri, dan akademisi untuk mencari solusi konkret agar Indonesia benar-benar siap menghadapi masa depan digital,” ujarnya.

Hari pertama juga menampilkan empat panel strategis yang membahas topik seputar keamanan siber, kesiapan AI & quantum, kebijakan dan regulasi, serta inovasi ekosistem digital.

Halaman:

Tags

Terkini