rilis-bumn

Desa Energi Berdikari Pertamina Hadir di Karawang, Bantu Petani Jamur Tekan Biaya Produksi dengan Manfaatkan PLTS

Sabtu, 13 September 2025 | 10:20 WIB
Pertamina melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) memanfaatkan PLTS untuk membantu petani jamur di Karawang menekan biaya produksi. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - Pada 2021, Karawang sempat mencatatkan diri sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di Jawa Barat.

Namun, lewat berbagai upaya pembenahan, termasuk pengembangan sektor agroindustri, angka kemiskinan mulai ditekan.

Salah satu komoditas yang berkembang adalah jamur merang.

Baca Juga: Pertamina Siapkan Roadmap 2025–2029 untuk Wujudkan Swasembada Energi Nasional

“Meningkatnya permintaan produk jamur menjadi peluang bagi petani untuk melakukan budidaya jamur merang.

"Tapi tingginya biaya operasional sehingga belum dapat menutupi biaya yang dikeluarkan, menjadi permasalahan petani jamur merang,” ujar Ikin, Ketua Kelompok Tani Tirta Makmur Dusun Tanjung Jata, Desa Muara, Cilamaya Wetan, Karawang.

Melihat tantangan itu, Ikin bersama kelompok taninya menjalin kerja sama dengan Pertamina melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB), sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan perekonomian sekaligus menjaga lingkungan desa lewat pemanfaatan energi terbarukan.

Baca Juga: Kenapa Kebanyakan Makan Tepung Bisa Bahaya untuk Kesehatanmu?

“Pada September 2024, kami mulai dikenalkan Pertamina New Renewable Energy dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Kami manfaatkan untuk pompa air dalam budidaya jamur merang, penetasan telur ayam, dan penerangan.

"Pertamina juga memberikan jasa perawatan dan pendampingan serta pembinaan,” jelas Ikin.

Baca Juga: SIG Perkuat Fundamental Bisnis dan Strategi Hadapi Kompetisi Ketat Industri Semen

Keberlanjutan program tersebut terlihat pada Juli 2025, ketika Pertamina meningkatkan kapasitas PLTS dari 2,2 kWp dan baterai 5 kWh menjadi 6,6 kWp dengan baterai 15 kWh.

Hasilnya signifikan: biaya operasional budidaya jamur merang dan usaha lain berkurang dengan penghematan listrik hingga Rp13,9 juta per tahun.

Halaman:

Tags

Terkini