"Dimana sampai dengan Juni 2025, kami telah memperoleh penambahan pelanggan sekitar 449 ribu pelanggan dan mencapai total sekitar 10 juta pelanggan,” ungkap Daru.
Dari sisi kinerja keuangan, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir, menyampaikan hingga semester I 2025 Telkom mencatat pendapatan Rp73,0 triliun, turun 3,0% dibandingkan periode sama tahun lalu akibat pelemahan makroekonomi serta pergeseran strategi dari volume ke kualitas.
Meski demikian, profitabilitas tetap terjaga dengan EBITDA Rp36,1 triliun dan margin 49,5%.
Baca Juga: Layanan Andal by TASPEN Hadirkan Akses Digital hingga Daerah 3T
Laba bersih mencapai Rp11,0 triliun dengan margin 15,0%, mencerminkan efisiensi operasional dan disiplin modal yang kuat.
Sepanjang paruh pertama 2025, Telkom membukukan belanja modal sebesar 13% dari total pendapatan, lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar 15,5%.
Penurunan ini, menurut Honesti, bukan karena pemangkasan investasi, melainkan penerapan efisiensi dan spesifikasi yang lebih tepat guna tanpa mengurangi kualitas layanan.
Baca Juga: Brantas Abipraya Perkuat SDM Lewat Program Beasiswa Anak Asuh
Ke depan, Telkom menargetkan pertumbuhan yang stabil seiring perbaikan ekonomi, sambil menjaga keseimbangan dengan efisiensi.
Dengan posisi margin EBITDA saat ini, perseroan yakin mampu mempertahankan profitabilitas.
“Dengan kinerja yang senantiasa terjaga ini, kami percaya transformasi yang telah dijalankan selama ini telah berada pada jalur yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang dan memberikan hasil yang optimal bagi para pemangku kepentingan.
Baca Juga: Masih Melayani Sampai Sekarang, Ini 4 Toko Tertua di Tokyo, Jepang
"Tentunya dengan tetap memberikan layanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat,” tutup Honesti.***