rilis-bumn

Pertamina Hulu Sanga Sanga Dukung KWT, Sistem Pertanian Terpadu Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Sirkuler

Sabtu, 13 September 2025 | 18:45 WIB
Pertamina Hulu Sanga Sanga hadirkan pelatihan pertanian terpadu untuk Kelompok Wanita Tani di Anggana, wujud nyata dorong ekonomi sirkuler berbasis lokal.

Dengan pendekatan kolaboratif dengan semua pemangku kepentingan, termasuk kelompok tani, pemerintah daerah, praktisi di bidangnya, program ini diharapkan terus berkembang menjadi model berkelanjutan yang dapat direplikasi di desa-desa lain di wilayah operasi Perusahaan.

Baca Juga: TASPEN Sambangi Pensiunan di Bandung, Dengarkan Langsung Aspirasi dari Peserta

Pelatihan ini dimulai dengan registrasi dan pre-test untuk mengukur pemahaman awal para peserta dan dilanjutkan sambutan pembukaan oleh perwakilan Perusahaan dan Pj Kepala Desa Sungai Mariam yang mewakili Camat Anggana.

Materi pertama disampaikan oleh Ketua Rumah Maggot Anggana mengenai budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi masalah sampah organik rumah tangga yang tidak terangkut di wilayah Anggana yang mencapai sekitar 45,3 persen.

Melalui demonstrasi penggunaan Mago Box, para peserta diperkenalkan dengan konsep ekonomi sirkular sederhana yang dapat menghasilkan pakan alternatif ternak maupun ikan.

Baca Juga: Curug Duwur, Tempat Wisata Gratis di Purbalingga yang Punya View Memukau

Sesi kedua menghadirkan praktisi budidaya perikanan dengan teknologi bioflok yang memberikan penjelasan mengenai konsep, persiapan media seperti penggunaan garam dan probiotik, serta demo penebaran benih lele dan penggunaan aerator.

Peserta juga berkesempatan melakukan praktik langsung pemasangan kolam bioflok yang menjadi bekal teknis penting bagi kelompok tani dalam pengembangan usaha secara mandiri.

Rangkaian kegiatan semakin interaktif dengan sesi tanya jawab teknis, evaluasi pasca pelatihan melalui post-test, serta sesi kuis bagi peserta.

Baca Juga: ITDC dan InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bali

Melalui program ini, PHSS mendorong sinergi multipihak antara masyarakat, pemerintah, akademisi dan sektor swasta dalam mewujudkan model ekonomi sirkular berbasis desa.

Hal ini sejalan dengan kebutuhan untuk menghadirkan alternatif pakan yang lebih ekonomis dan berkelanjutan, sekligus menjawab tantangan pengelolaan sampah organik rumah tangga.

Peserta pelatihan menyampaikan apresasi kepada Perusahaan atas terselenggaranya kegiatan ini.

Baca Juga: Progres Positif di Tengah Tantangan Global, Telkom Optimis Ciptakan Pertumbuhan Jangka Panjang yang Berkelanjutan

Staf BPP Kecamatan Anggana, Heni, menyampaikan, “Terima kasih kepada PHSS atas penyelenggaraan kegiatan pelatihan pengembangan budidaya ikan lele berbasis maggot hari ini. Semoga ke depannya semakin sukses, dan ibu-ibu KWT di Kecamatan Anggana semakin jaya dan makmur.

Halaman:

Tags

Terkini