Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menegaskan peran keterbukaan informasi dalam mendukung tata kelola perusahaan.
“Keterbukaan terhadap informasi merupakan pilar tata kelola dan budaya kerja yang menopang reputasi, kepercayaan, dan keberlanjutan.
Disini, Hutama Karya juga berperan sebagai BUMN konstruksi yang terlibat dalam proyek infrastruktur strategis nasional sehingga diperlukan layanan informasi yang terstandar, responsif, dan terdokumentasi rapi sebagai wadah pengawasan masyarakat,” ujar Adjib.
Baca Juga: Diyonumo, Pulau Eksotis Bermahkota Bukit Hijau yang Belum Banyak Dijamah di Gorontalo
Adjib menambahkan bahwa forum ini memperlihatkan kesiapan perusahaan dalam memfasilitasi transfer pengetahuan dan praktik baik.
Termasuk di dalamnya penguatan tata kelola dokumen, digitalisasi arsip, serta pengembangan kanal layanan inklusif yang mudah diakses pemohon informasi.
Menurutnya, keterbukaan informasi juga menjadi bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada literasi internal, penyempurnaan SOP PPID, serta publikasi proaktif agar kesenjangan informasi dapat ditekan dan penerimaan publik meningkat.
Baca Juga: Dirombak, Ini Jajaran Direksi dan Komisaris Hasil RUPSLB Telkom 2025
Selama lima tahun terakhir, PPID Hutama Karya telah meraih sejumlah capaian penting.
Dari status sebagai badan publik tidak informatif pada 2019, kini perusahaan berhasil memperoleh predikat Badan Publik Informatif selama tiga tahun berturut-turut (2022–2024).
Hutama Karya pun menjadi BUMN infrastruktur pertama yang meraih pencapaian tersebut.
Baca Juga: Pencuri Kabel Grounding Jalur Whoosh Diamankan, KCIC Pastikan Layanan Tak Terganggu
Kualitas layanan terus ditingkatkan melalui inovasi, mulai dari peluncuran Aplikasi PPID Mobile pada 2021, pembangunan Ruang Informasi Publik “Jembatan Transparansi” di HK Tower pada 2025 dengan fasilitas ramah disabilitas, hingga pembentukan 9 newsroom, penyelenggaraan lebih dari 25 kegiatan media, serta kerja sama dengan komunitas.
Hasilnya, skor penilaian naik dari 96,61 di 2023 menjadi 97,79 di 2024, sementara eksposur pemberitaan meningkat lebih dari 155% dengan lebih dari 70.000 publikasi, memperlihatkan konsistensi komitmen transparansi perusahaan.