Kabar BUMN – Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia.
Pada hari ini, Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani melakukan pemantauan ketersediaan beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut turut diikuti oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Wali Kota Padang Fadly Amran.
Baca Juga: Kolaborasi ITDC dan Polda NTB Hadirkan Mandalika Aman, Nyaman, dan Harmonis
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani menekankan bahwa BULOG akan memperkuat distribusi beras SPHP agar masyarakat selalu mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga stabil.
“Kehadiran kami bersama Menteri Pertanian di Pasar Lubuk Buaya merupakan komitmen Pemerintah untuk memantau langsung kondisi pangan di lapangan."
"BULOG akan terus mengawal distribusi SPHP agar target penyaluran hingga akhir tahun dapat tercapai, sekaligus memastikan ketersediaan beras tetap aman,” ujarnya.
Berdasarkan data terbaru, distribusi beras SPHP di Sumatera Barat hingga 15 September 2025 telah mencapai lebih dari 8 ribu ton, atau sekitar 24 persen dari target 33 ribu ton hingga akhir Desember 2025.
Angka ini menunjukkan kesungguhan Pemerintah bersama BULOG dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau beberapa pedagang beras seperti Toko Beras Nides, Toko Beras Ibu Eti, dan Toko Beras Yanti. Para pedagang memberikan apresiasi atas adanya beras SPHP yang disalurkan BULOG.
Baca Juga: Hutama Karya dan Komisi Informasi Pusat Perkuat Transparansi Informasi Publik di BUMN
Salah satu pedagang menyampaikan, “Beras SPHP ini banyak peminatnya disini, kualitasnya bagus, dan kami sebagai pedagang tidak menemui kendala dalam pemesanannya."
"Banyak pembeli yang datang kembali karena merasa puas dan senang dengan harga serta kualitas beras SPHP,” ungkap pedagang di Pasar Lubuk Buaya.