Sementara itu, bagi guru dan tenaga pendidik, perangkat AND memudahkan penyusunan materi, memperluas sumber belajar, serta mendorong penerapan metode pengajaran berbasis teknologi.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Fenomena Gerhana Matahari Sebagian Terjadi September 2025
Telkom juga memberikan pelatihan intensif agar guru mampu mengoptimalkan penggunaan perangkat dan aplikasi tersebut dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Bagi sekolah, jaringan nirkabel yang terpasang menghadirkan konektivitas lancar sehingga pembelajaran tidak hanya terbatas di ruang kelas, melainkan juga bisa dikembangkan melalui model kolaboratif dan hybrid.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan, “Melalui program AND ini, kami tidak hanya memberikan perangkat dan akses, tetapi juga membuka peluang bagi siswa SLB untuk menikmati pengalaman belajar yang setara, inklusif, dan berdaya saing di era digital.
Baca Juga: BSI Gelar Gebyar Lelang, 2.000 Aset Ditawarkan dengan Harga Menarik
"Telkom memiliki komitmen untuk memastikan transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, karena pendidikan inklusif adalah hak setiap warga negara.”
Program AND merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom.
Dengan inisiatif ini, Telkom tidak hanya menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga membangun jembatan menuju pendidikan inklusif yang lebih merata di Nusantara.
Harapannya, setiap siswa SLB dapat mengembangkan potensi terbaiknya, tumbuh percaya diri, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan digital.***