rilis-bumn

Menjaga Kedaulatan Digital, PERURI Perkuat Pilar Ekosistem AI Berkelanjutan

Sabtu, 20 September 2025 | 06:45 WIB
Dengan teknologi keamanan tinggi, PERURI menegaskan perannya sebagai garda depan dalam memperkuat ekosistem digital nasional di era AI.

Kabar BUMN – PERURI melalui Direktur Digital Business, Farah Fitria Rahmayanti, turut hadir sebagai pembicara dalam AI Innovation Summit 2025.

Mengusung tema “AI for Sustainable Future - Bridging Innovation and Humanity", acara ini digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta, pada Selasa, 16 September.

Dalam kesempatan tersebut, PERURI menegaskan posisinya sebagai BUMN penyedia teknologi berkeamanan tinggi yang berkomitmen menjaga kedaulatan digital serta memperkuat ekosistem digital nasional di era perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI).

Baca Juga: Rekomendasi Oleh-oleh yang Wajib Dibawa Pulang Usai Liburan di Korea Selatan

Data IBM Report menunjukkan bahwa 74% organisasi mengalami kebocoran AI pada tahun 2024, meningkat 67% dari tahun sebelumnya karena tidak memiliki kebijakan tata kelola AI.

Fakta ini memperlihatkan bahwa regulasi, standar, dan panduan yang jelas sangat diperlukan agar AI dapat diadopsi secara aman sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis.  

Farah menekankan bahwa penerapan prinsip Privacy by Design menjadi kunci utama dalam pengembangan teknologi berbasis AI.

Baca Juga: KAI Serap BBM Subsidi 139,8 Juta Liter di Januari hingga Agustus 2025, Masyarakat Merasakan Manfaatnya

Menurutnya, privasi tidak boleh diperlakukan hanya sebagai fitur tambahan, melainkan harus hadir sejak tahap awal perancangan sistem.

Analogi pentingnya, prinsip ini seperti sabuk pengaman yang dipasang pada mobil saat dirakit, bukan setelah kendaraan selesai dibuat.

"Pendekatan ini diyakini mampu mengurangi risiko kebocoran data yang semakin meningkat seiring dengan masifnya adopsi AI,” ujar Farah.

Baca Juga: 4 Rute Bus dengan Perjalanan Paling Indah dan Menantang di Asia

Menurut Farah, terdapat prinsip kedaulatan data di era generatif AI sebagai panduan praktis adopsi yang aman bagi organisasi.
 
Beberapa di antaranya adalah menerapkan Zero-Trust Data Input, hanya menggunakan layanan AI kelas enterprise dengan jaminan zero data retention, melakukan anonimisasi data sensitif, serta membangun panduan internal penyusunan prompt agar tidak memasukkan informasi rahasia.
 
Sebaliknya, praktik yang perlu dihindari adalah penggunaan shadow AI oleh karyawan, mengunggah dokumen internal secara penuh ke platform publik, mengabaikan analisis kontrak dan syarat layanan, serta membiarkan kerentanan terhadap serangan prompt injection.
 
Baca Juga: Nikmati Beragam Promo Spesial HUT ke-80 KAI, Ada Flash Sale Tiket Rp80 Ribu dan Diskon hingga 30%

Melalui prinsip tersebut, setiap layanan digital yang dikembangkan PERURI diarahkan tidak hanya menjadi produk yang nyaman dan stabil, tetapi juga aman.
 
Tujuan akhirnya adalah membangun ekosistem AI yang berkelanjutan dan beretika, sekaligus mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
 
Transformasi yang dijalani PERURI selama beberapa tahun terakhir memperlihatkan kompetensi dalam mengembangkan bisnis hingga menjadi fondasi kepercayaan digital Indonesia.
 
Baca Juga: Genjot Transformasi, PTP Nonpetikemas Hidupkan Kembali Denyut Logistik Pelabuhan Jambi
 
PERURI percaya, dengan fondasi regulasi yang kuat dan penguasaan teknologi AI yang mumpuni, dapat terbentuk ekosistem AI yang berkelanjutan, yang tidak hanya canggih, tetapi juga dapat dipercaya sepenuhnya oleh masyarakat.***

Tags

Terkini