rilis-bumn

Pertamina EP Prabumulih Field Sapu Tiga Penghargaan Platinum ENSIA 2025 Berkat Inovasi Lingkungan dan Sosial

Kamis, 25 September 2025 | 06:45 WIB
Pertamina EP Prabumulih memborong tiga penghargaan sekaligus di ajang ENSIA 2025 yang digelar di Jakarta, 16 September 2025. (Dok. PEP Prabumulih Field)

Kabar BUMN - PT Pertamina EP Prabumulih Field kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.

Pada ajang Environmental & Social Innovation Award (ENSIA) 2025 yang digelar di Jakarta, 16 September 2025, perusahaan berhasil memborong tiga penghargaan platinum sekaligus.

Trofi prestisius tersebut diterima langsung oleh Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, yang hadir bersama Willem Komperi selaku Superintendent HSSE Prabumulih Field.

Baca Juga: 6 Pantai Cantik di Jawa Barat yang Cocok Jadi Destinasi Liburanmu

Raihan gemilang ini diperoleh melalui tiga program unggulan yang mencerminkan komitmen perusahaan menghadirkan inovasi berkelanjutan di bidang lingkungan dan sosial.

Untuk kategori lingkungan, platinum diraih lewat program Reengineering Drain System Struktur Beringin.

Inovasi ini berawal dari tantangan operasional terkait pengelolaan air terproduksi yang sebelumnya menyebabkan ketidaksempurnaan proses separasi minyak dan air hingga menimbulkan Loss Production Opportunity (LPO).

Baca Juga: Jadi Bagian Garuda Group, Yuk Lamar Posisi Sekretaris di PT GDPS

Dengan melakukan rekayasa ulang sistem perpipaan dan konfigurasi valve tanpa menambah fasilitas baru, Pertamina EP Prabumulih Field berhasil menekan beban air terproduksi sekaligus meningkatkan efisiensi energi dan penghematan biaya perusahaan.

Dua penghargaan platinum lainnya disabet pada kategori inovasi sosial.

Pertama, lewat program Mokusaku (Modal Kayu Sampah Berkurang), yang menawarkan solusi ramah lingkungan bagi petani karet di Sumatera Selatan.

Baca Juga: Shukubo, Jenis dan Fasilitas Penginapan di Jepang yang Sulit Ditemukan di Negara Lain

Program ini menggantikan penggunaan cuka para—bahan kimia berbahaya (B3)—dengan koagulan organik hasil destilasi biomassa.

Selain menjaga lingkungan, inovasi ini memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 100 petani rentan, termasuk perempuan kepala keluarga, lansia, dan penyandang disabilitas.

Halaman:

Tags

Terkini