Kabar BUMN - Di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, suasana balai desa kini berbeda.
Suara mesin jahit yang berdenting bersahut-sahutan tak hanya sekadar bunyi jarum dan benang, tetapi juga simbol langkah awal menuju kemandirian ekonomi masyarakat desa.
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Patalo Bumi resmi meluncurkan Pertamina Usaha Mikro Kecil (UMK) Academy 2025.
Baca Juga: Raih Emas 5 Gram dan Smartphone Mewah lewat Program Merchant Lucky Ride 2025, Kok Bisa?
Inisiatif ini tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga sebagai wadah untuk mengembangkan UMK agar semakin tumbuh dan naik kelas.
“Materinya lengkap, mulai dari membuat pola hingga teknik menjahit. Warga kami jadi lebih percaya diri untuk membuka jasa jahit sendiri,” ujar Dian Lestari, salah satu peserta dengan penuh antusiasme.
Peluang dari kebutuhan sehari-hari
Baca Juga: Menyusuri Jejak G30S di Jakarta: Daftar Destinasi Sejarah yang Bisa Kamu Kunjungi
Selama ini, kebutuhan menjahit pakaian, seragam sekolah, hingga peralatan rumah tangga seperti gorden dan taplak masih bergantung pada jasa jahit dari luar desa. Kondisi ini membuat warga harus menanggung biaya tambahan serta waktu tempuh yang lebih jauh.
Melihat potensi tersebut, BUMDes menghadirkan unit usaha “Jejak Jahit Petani”. Layanan ini mencakup jahit pakaian, permak, pembuatan seragam, hingga konveksi berskala kecil.
Tak hanya itu, produk kain lap majun yang digunakan sejumlah perusahaan sekitar juga masuk dalam daftar produksi.
Baca Juga: Bangun Karier IT dari Sini, Kimia Farma Buka Lowongan Magang 6 Bulan
Harga ramah, dikerjakan tenaga lokal
Keistimewaan usaha jahit ini terletak pada harga yang lebih terjangkau, lokasi yang dekat, dan dikelola oleh tenaga kerja desa. Kehadiran unit usaha ini tidak hanya menjawab kebutuhan warga, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.