Jaga Warisan Budaya, Pertamina Hulu Mahakam Dukung Prasasti Yupa Menuju Memori Dunia UNESCO

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 30 September 2025 | 07:30 WIB
PHM ambil bagian dalam Sosialisasi Prasasti Yupa Menuju Memory of the World UNESCO yang digelar di Universitas Mulawarman, Senin (8/9). (Dok. PHM)
PHM ambil bagian dalam Sosialisasi Prasasti Yupa Menuju Memory of the World UNESCO yang digelar di Universitas Mulawarman, Senin (8/9). (Dok. PHM)

Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga warisan budaya Nusantara.

Perusahaan energi tersebut ikut ambil bagian dalam Sosialisasi Prasasti Yupa Menuju Memory of the World (Memori Kolektif Dunia) UNESCO yang digelar di Universitas Mulawarman, Senin (8/9/2025).

Acara ini diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kaltim-Kaltara.

Baca Juga: Jeron Beteng, Pembentuk Identitas Kota Yogyakarta dengan Beragam Destinasi Wisata Menarik

Partisipasi PHM menjadi wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan melalui program CSR Melestarikan Tingkilan Kutai atau yang dikenal dengan Sanggar Melatiku.

Dalam kesempatan itu, Sanggar Melatiku menampilkan lagu Pantun Kutai Lama dan Benua Etam dengan iringan gambus serta tabuhan gendang sederhana yang berpadu dengan lantunan pantun bersahut.

Karya musik ini merefleksikan perjalanan sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara di Tepian Batu Hulu Dusun.

Baca Juga: Catat Penjaminan Rp12,28 Triliun, Jamkrindo Dorong UMKM di Jawa Barat Serap 648 Ribu Tenaga Kerja

Kepala BPK Wilayah XIV Kaltim-Kaltara, Lestari, memberikan apresiasi tinggi kepada PHM sebagai satu-satunya perusahaan energi yang konsisten menjalankan CSR di bidang budaya.

“Langkah ini bukan hanya bernilai strategis, tetapi juga mendalam dan berkelanjutan.

"Saya berharap sinergi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta dapat semakin memperkuat upaya menjaga warisan budaya Kutai, khususnya melalui Prasasti Yupa yang menjadi kebanggaan dunia,” ujarnya.

Baca Juga: World Clean Up Day, PEP Papua Field Galang Ribuan Tangan untuk Indonesia Bersih

Prasasti Yupa sendiri merupakan tujuh tugu batu bertulis yang menjadi saksi sejarah lahirnya peradaban bangsa sejak abad ke-4 Masehi.

Melalui Yupa, dapat ditelusuri silsilah raja-raja Kutai, jejak awal aksara Brahmi yang melahirkan Pallawa, hingga praktik keagamaan Hindu Kuno yang berkembang dari tradisi Weda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini