“Kalau biasanya warga harus keluar desa, sekarang cukup datang ke unit usaha BUMDes. Kualitasnya bagus, harganya juga bersaing,” kata Iskandar, Ketua BUMDes Patalo Bumi.
Baca Juga: Elnusa Group Perkuat Reputasi dengan Raihan Prestasi di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2025
Manfaat sosial yang lebih luas
Pertamina Drilling melihat bahwa pemberdayaan UMK desa bukan sekadar membuka peluang usaha, tetapi juga menciptakan dampak sosial.
Lewat Jejak Jahit Petani, desa diharapkan dapat menambah lapangan kerja, meningkatkan pendapatan BUMDes dan Pendapatan Asli Desa (PADes), serta mengurangi ketergantungan pada jasa luar desa.
Baca Juga: Sejarah dan Fakta Mooncake Festival, Perayaan Panen Tengah Tahun yang Identik dengan Kue Bulan
Selain itu, masyarakat pun memperoleh keterampilan baru dari pelatihan menjahit yang bisa dijadikan bekal untuk membuka usaha mandiri.
Sinergi jangka panjang
Pertamina UMK Academy 2025 dirancang sebagai pendampingan berkesinambungan, bukan sekadar program jangka pendek. Pertamina Drilling menegaskan komitmennya agar kegiatan ini membentuk ekosistem usaha produktif di desa.
Baca Juga: 2.073 Volunteer Mandalika 2025 Resmi Terlindungi JKK dan JKM
“Semangat kami adalah tumbuh bersama masyarakat. UMK desa harus jadi motor kemandirian, bukan hanya usaha bertahan,” kata Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita.
Kini, suara mesin jahit di Desa Petani bukan hanya bunyi rutin, tetapi juga pertanda lahirnya kisah baru tentang desa yang perlahan menjahit harapan dan masa depannya sendiri. ***