Kabar BUMN - Sebagai wujud komitmen memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat, PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) berpartisipasi dalam kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR RI bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero).
Aksi sosial ini berlangsung pada 9 Oktober 2025 di Selasar Gedung Nusantara, DPR RI, Jakarta, dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 DPR RI.
Dalam kegiatan tersebut, Pertamina menunjuk IHC sebagai pelaksana medis utama yang bertanggung jawab penuh terhadap seluruh aspek medis, keselamatan, dan kenyamanan peserta.
Baca Juga: TNI Genap 80 Tahun, PT Pindad Buktikan Kemandirian Pertahanan Lewat Inovasi Alutsista
Didukung tenaga profesional dari Klinik Pertamina IHC, RS Pusat Pertamina (RSPP), serta RS Pertamina Jaya (RSPJ), IHC memberikan layanan khitan gratis bagi 100 anak dari keluarga karyawan DPR RI dengan standar medis yang higienis, modern, dan ramah anak.
Sebanyak 50 tenaga medis terlatih dikerahkan, terdiri dari dokter spesialis bedah, dokter umum, perawat advance, tenaga farmasi, dan tim HSSE.
Seluruh tim bekerja di bawah koordinasi dokter bedah penanggung jawab utama, dengan dukungan unit ambulans dan tim support untuk memastikan proses khitan berlangsung aman, nyaman, dan tanpa efek samping.
Baca Juga: Tips Menginap Sendirian di Hotel yang Perlu Diketahui Solo Traveler
Sebelum tindakan dilakukan, setiap peserta menjalani pemeriksaan awal (screening) guna memastikan kondisi kesehatannya memenuhi syarat medis.
Tahapan ini menjadi bagian dari standar pelayanan IHC yang selalu menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.
Usai pemeriksaan, peserta diarahkan ke ruang tunggu ramah anak sebelum menjalani tindakan di 14 bilik khusus yang dilengkapi peralatan medis modern.
Proses khitan dilakukan menggunakan metode cauter (laser), yang dikenal lebih cepat, steril, dan minim perdarahan.
Setelah tindakan, peserta menerima obat-obatan serta panduan perawatan luka yang disertai edukasi dari petugas farmasi IHC.