IHC RS Pusat Pertamina Raih PERSI Award Berkat Inovasi “Green Hospital” yang Sejalan dengan Mutu Pelayanan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:30 WIB
IHC RS Pusat Pertamina meraih PERSI Award 2025 berkat inovasi Green Hospital yang memadukan keselamatan pasien dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. (Dok.  Pertamina)
IHC RS Pusat Pertamina meraih PERSI Award 2025 berkat inovasi Green Hospital yang memadukan keselamatan pasien dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN — Dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang tidak hanya unggul tetapi juga ramah lingkungan, IHC Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menghadirkan inovasi baru yang memadukan keselamatan pasien dan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Melalui filosofi “Patient Safety Meets Sustainability”, rumah sakit yang berada di bawah naungan PT Pertamina Bina Medika IHC (Holding RS BUMN) ini berhasil menerapkan konsep tersebut secara strategis hingga operasional.

Inovasi tersebut mengantarkan IHC RSPP meraih PERSI Award 2025 untuk kategori Green Hospital.

Baca Juga: PLN Sukses Salurkan 30 Juta VA ke Tambang Emas Gorontalo, Dorong Hilirisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Penghargaan ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) sebagai bentuk apresiasi terhadap rumah sakit yang menunjukkan keunggulan dalam mutu, keselamatan pasien, serta keberlanjutan layanan kesehatan.

Direktur RSPP, dr. Neny Herawati, menuturkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi erat antara inovasi, kerja sama, dan budaya organisasi yang kuat.

Ia menegaskan bahwa keselamatan pasien dan keberlanjutan lingkungan adalah dua hal yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.

Baca Juga: HUT ke-80, PT Garam Menanam Mangrove di Kabupaten Sumenep

“Kami percaya bahwa keselamatan pasien tidak bisa dipisahkan dari keselamatan lingkungan. Lingkungan rumah sakit yang aman, bersih, dan dikelola secara berkelanjutan adalah bagian integral dari mutu layanan kesehatan."

"Di IHC RSPP, setiap inovasi yang kami jalankan selalu diuji dari dua sisi, apakah aman bagi pasien dan apakah ramah lingkungan."

"Filosofi ini menjadi landasan kami dalam membangun budaya Green Hospital yang bukan hanya teknis, tetapi juga menyentuh aspek edukasi, kolaborasi lintas unit, dan komitmen jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga: Liburan ke Gunungkidul? Jangan Lewatkan Daftar Kuliner Legendaris Ini!

Meski begitu, dr. Neny mengakui bahwa proses menuju pencapaian ini tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar datang dari perubahan perilaku sumber daya manusia.

Pada tahap awal, pemilahan limbah dianggap sebagai beban tambahan, sehingga diperlukan pendekatan edukatif yang konsisten untuk menunjukkan dampak nyata terhadap keselamatan pasien dan mengurangi resistensi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini