Ia menambahkan, meningkatnya kebutuhan energi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional menuntut pasokan yang lebih besar dan berkelanjutan.
Baca Juga: Satu Tahun Kabinet Merah Putih, Sektor Pariwisata Kembali Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Namun, sebagian besar sumber migas di Indonesia telah memasuki fase mature field sehingga produksi mengalami penurunan alami.
“Tantangan kita adalah bagaimana meningkatkan produksi agar tidak terlalu bergantung pada impor. Pemerintah melalui arahan Presiden Prabowo mendorong peningkatan produksi migas nasional."
"Pertamina mengambil langkah strategis dengan teknologi, intervensi sumur, serta eksplorasi baru untuk menemukan cadangan migas yang bisa menambah produksi nasional,” ungkap Simon.
Baca Juga: PTPN IV Regional III Gencarkan Inisiatif untuk Angkat UMKM Mitra Naik Kelas
Pertamina juga menjalankan strategi Dual Growth, yaitu memaksimalkan bisnis yang sudah ada dengan peningkatan produksi hulu dan performa kilang, serta mengembangkan bisnis rendah karbon seperti geothermal, biofuel, dan Pertamax Green 95 dengan 5% ethanol.
Saat ini Pertamina mengoperasikan kapasitas panas bumi sebesar 727 MW dari total kapasitas nasional 2,7 GW dan berkontribusi dalam pengembangan B40–B50 Biofuel Program.
***