rilis-bumn

Telkom Perkuat TIF, Fokus Perkuat Bisnis Infrastruktur

Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:30 WIB
Infranexia yang merupakan identitas baru PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) sebagai penyedia Wholesale Fiber Connectivity. (Dok. Telkom)

“Langkah strategis yang sejalan dengan tren global ini diharapkan dapat memungkinkan TIF menghadirkan struktur bisnis yang lebih fokus, transparan, dan kompetitif, yang pada gilirannya akan memperkuat daya saing bisnis di pasar global serta menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan,” tambah Dian.

Baca Juga: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Elnusa Pacu Inovasi dan Ekspansi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sejalan dengan arah tersebut, Direktur Utama PT Telkom Infrastruktur Indonesia, I Ketut Budi Utama, menyatakan kesiapan TIF untuk menjadi tulang punggung konektivitas digital Tanah Air.

“Pemisahan ini menjadi momentum bagi TIF untuk beroperasi secara lebih fokus dan efisien dalam mengelola infrastruktur jaringan.

"Kami berkomitmen untuk memperluas cakupan infrastruktur dan mendorong inovasi berkelanjutan sehingga dapat menghadirkan layanan wholesale connectivity yang andal, transparan, dan kompetitif, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pelaku industri telekomunikasi,” ujar Ketut.

Baca Juga: Jasa Marga Dorong Efisiensi Logistik Nasional Lewat Pembangunan Jalan Tol, Dukung Program Ketahanan Pangan Prabowo-Gibran

Dalam menjalankan bisnisnya, TIF mengusung jenama baru “InfraNexia” yang berarti koneksi infrastruktur Indonesia.

Nama ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjadi motor penggerak optimalisasi jaringan fiber nasional.

Melalui berbagai produk wholesale fiber connectivity seperti Metro-E, SL-WDM, Global Link, IP Transit, Passive Access, VULA, dan Bitstream, InfraNexia juga tengah mengembangkan layanan white label FTTX untuk memenuhi kebutuhan pelanggan wholesale di berbagai sektor.

Baca Juga: Jalan-jalan ke Amsterdam-nya Jakarta, La Rivierra PIK 2 Tawarkan Suasana Romantis Ala Kota-kota di Eropa

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran TIF mampu memberikan nilai tambah yang nyata, tidak hanya bagi pelanggan wholesale, tetapi juga bagi ekosistem digital nasional secara keseluruhan,” tutup Ketut.

Setelah penandatanganan CSA, TelkomGroup akan segera memulai rangkaian proses pemisahan bisnis dan aset secara transparan dan sesuai regulasi, termasuk ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam proses ini, Telkom menggandeng mitra profesional, yakni BNI Sekuritas (BNIS) sebagai penasihat keuangan (financial advisor) dan Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro (ABNR) sebagai penasihat hukum (legal advisor).

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Pacu Produksi Dukung Ketahanan Energi Nasional, Perkuat Posisi Sebagai Perusahaan Hulu Migas Andalan

Langkah ini menandai babak baru perjalanan TelkomGroup dalam memperkuat fondasi bisnis infrastruktur digital yang efisien, modern, dan berdaya saing global.***

Halaman:

Tags

Terkini