Industri Baja Fondasi Stabilitas Ekonomi
Krakatau Steel turut berperan aktif dalam mendukung arah baru transformasi ekonomi nasional yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Perusahaan memandang industri baja sebagai elemen kunci dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional. Dukungan tersebut terlihat melalui partisipasi Krakatau Steel dalam HIPMI-Danantara Business Forum 2025 di Jakarta.
Dengan tema “Berdikari bersama Danantara: Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045”, forum ini mempertemukan para pemimpin lintas sektor untuk membahas arah baru ekonomi nasional.
Akbar Djohan menyampaikan bahwa penguatan industri baja sebagai mother of industries sangat penting untuk mendukung keberlanjutan sektor lain.
Menurutnya, “Utilisasi produksi yang optimal akan membuat industri baja lebih efisien dan kompetitif. Dengan demikian kebutuhan domestik dapat dipenuhi, sehingga mengurangi defisit perdagangan dan menguatkan industri secara keseluruhan.”
Baca Juga: Bank Mandiri Dorong Pertumbuhan Inklusif Lewat Pembiayaan Mikro untuk 654 Ribu Perempuan Pengusaha
Ia juga menambahkan bahwa langkah tersebut akan membuka peluang investasi baru, meningkatkan daya saing, serta memperluas lapangan kerja.
Hilirisasi dan Sinergi untuk Kedaulatan Pangan dan Teritorial
Dalam sesi diskusi HIPMI-Danantara Business Forum 2025, Akbar Djohan menekankan pentingnya sinergi antara industri dan pengusaha muda untuk memperkuat hilirisasi dan kemandirian industri baja nasional.
Kolaborasi dari hulu hingga hilir bertujuan memperkuat rantai pasok domestik dan meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan, Krakatau Steel terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan dapur modular dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 80%.