Selain itu, pada tahun 2004 Bio Farma bersama anggota DCVMN lainnya berperan dalam meningkatkan akses terhadap vaksin kombinasi DPT-HepB-Hib, hasil kolaborasi transfer teknologi dengan Netherlands Vaccine Institute.
Baca Juga: KAI Services Kurangi 6 Ton Sampah Plastik dengan Alat Makan Kayu di Kereta Api
Keberhasilan ini menunjukan bahwa kontribusi Bio Farma dalam jejaring DCVMN bersifat konkret dan teknis, bukan hanya simbolis.
Kepercayaan internasional terhadap Bio Farma terus menguat.
Pada tahun 2012, Indonesia kembali menjadi tuan rumah AGM ke-13 DCVMN di Bali, dimana Mahendra Suhardono, salah satu Direksi Bio Farma pada saat itu terpilih sebagai Presiden of the Executive Committee Member DCVMN periode 2013 - 2014.
Baca Juga: Ini Fakta Menarik Sebagian Perhiasan yang Dicuri dari Museum Louvre Paris
Kepemimpinan Indonesia semakin diakui saat Bio Farma dipercaya menjabat sebagai Chair of The Board DCVMN periode 2023 - 2025, menjadikan perusahaan ini sebagai jembatan antara anggota jejaring dan arah strategis global serta simbol kapasitas Indonesia dalam memimpin industri vaksin negara berkembang.
Komitmen Bio Farma terhadap inovasi tidak berhenti pada kolaborasi. Pada tahun 2020, Bio Farma menorehkan sejarah dunia melalui vaksin nOPV2, yang menjadi vaksin pertama di dunia yang memperoleh Emergency Use Listing dari WHO.
Rekomendasi WHO atas penggunaan nOPV2 tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah kesehatan global, karena membuka jalan bagi penggunaan percepatan vaksin yang belum berlisensi dalam situasi Public Health Emergency of International Concern.
Baca Juga: Inovasi dan Teknologi Infrastruktur WIKA Raih Penghargaan Internasional di Amsterdam
Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan keunggulan teknis dan ilmiah Bio Farma, tetapi juga mencerminkan kemampuan koordinasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari penyandang dana, ilmuwan, akademisi, pembuat kebijakan, penggiat vaksin global, hingga produsen vaksin.
Sinergi inilah yang memungkinkan percepatan pengembangan, peluncuran, dan distribusi nOPV2 di tengah situasi darurat kesehatan dunia.
Pencapaian ini membuktikan bahwa produsen vaksin dari negara berkembang mampu menghasilkan inovasi berkelas dunia dan memenuhi standar keamanan, mutu, serta khasiat dari WHO.
Baca Juga: Menabung Jadi Makin Seru, BNI Tawarkan Hadiah Mobil Mewah Lewat Rejeki Wondr
Lebih dari sekadar inovasi ilmiah, keberhasilan nOPV2 menjadi simbol kemandirian teknologi dan kepercayaan global terhadap kapasitas Indonesia.