“Dengan mengonversi tantangan di lapangan menjadi bukti ilmiah, pelatihan, dan dialog terarah bersama WHO serta regulator nasional, working groups ini menghasilkan keluaran nyata seperti peningkatan prediktabilitas regulasi, penguatan rantai pasok, serta peningkatan pharmacovigilance dan keberlanjutan industri.”
Baca Juga: Pertamina EP Tarakan Dampingi Kunjungan SKK Migas Kalsul ke Pemkot Tarakan
Tahun ini, DCVMN melaksanakan berbagai kegiatan penting seperti pengembangan modul e-learning tentang post-approval changes, analisis kematangan pharmacovigilance disertai workshop di New Delhi.
Studi air freight volumetrics, survei jaringan yang menghasilkan publikasi di jurnal internasional terkait kontribusi anggota selama pandemi COVID-19, serta inisiatif Healthy Industry Framework.
Inisiatif ini bertujuan membangun mekanisme matchmaking dan Dashboard of Opportunities yang membantu mitra pendanaan serta kolaborator global menemukan potensi kerja sama yang strategis.
Baca Juga: Telkom Luncurkan AI Campus untuk Dorong Ekosistem Digital di Perguruan Tinggi
“Seluruh aktivitas ini adalah untuk memastikan realitas lapangan yang dihadapi para produsen menjadi dasar pengambilan keputusan, sekaligus menjamin akses vaksin yang aman, terjangkau, dan tepat waktu,” tambahnya.
Sebagai motor kolaborasi vaksin di negara berkembang, para ahli dari Bio Farma juga mengambil peran aktif dalam berbagai expert working groups DCVMN.
Beberapa di antaranya adalah Rini Mulia Sari (Clinical Trial Working Group), Taufik Wilmansyah (Supply Chain Working Group), Acep Riza Wijayadikusumah (Design of Experiment Working Group), Viska Indriani (Co-Chair Pharmacovigilance Working Group), Indra Gunawan Setiadi (Manufacturing Science Working Group), Irma Riyanti (DCVMN 3R Working Group), dan Dea Marsendah (Training Working Group).
Baca Juga: Quanzhou City, Salah Satu kota Penting di Tiongkok dalam Sejarah Jalur Sutra Ratusan Tahun Lalu
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya menyampaikan, “Keterlibatan aktif para ahli Bio Farma dalam expert working groups DCVMN menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi kesehatan global, tetapi juga turut membentuk arah dan standar baru dalam pengembangan vaksin dunia."
"Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian dan ketahanan kesehatan global yang berkeadilan.”
Partisipasi para ahli Bio Farma di berbagai bidang menunjukkan kapasitas perusahaan yang tak hanya unggul dalam produksi vaksin, namun juga dalam penelitian, regulasi, rantai pasok, dan keberlanjutan industri kesehatan.
Baca Juga: BUMN IFG Buka Magang Strategi Digital, Daftar Sebelum 26 Oktober
Keaktifan mereka juga memperkuat komitmen Bio Farma dalam membangun talenta global dan menjadikan Indonesia sebagai simpul penting dalam inovasi dan kolaborasi di bidang bioteknologi dan vaksin.