Kabar BUMN – PT TASPEN (Persero) mengingatkan seluruh peserta agar lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan perusahaan dengan menggunakan identitas maupun atribut resmi TASPEN.
Saat ini, beredar beragam modus penipuan daring, mulai dari permintaan data pribadi, tawaran kenaikan tunjangan pensiun, hingga klaim pengembalian dana yang tidak benar.
Bahkan, ada pula penyebaran surat tugas palsu yang dibuat menyerupai dokumen resmi perusahaan untuk meyakinkan korban.
Baca Juga: Bukan Bali, Ini 5 Pantai Eksotis di Pacitan yang Wajib Kamu Kunjungi
Corporate Secretary TASPEN, Henra menyampaikan, “Kami memahami bahwa peserta, terutama pensiunan, rentan menjadi target utama para pelaku penipuan digital."
"Karena itu, TASPEN secara konsisten memperkuat sistem keamanan data, mengedukasi peserta mengenai literasi digital, serta bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak-pihak yang merugikan masyarakat,” tambahnya.
Henra menegaskan, ada lima poin penting yang perlu diperhatikan peserta:
Baca Juga: Magang Akuntansi di PTPN I Regional 3 Semarang: Kesempatan Emas untuk Mahasiswa Akuntansi!
1. TASPEN tidak meminta data langsung, verifikasi, maupun pembaruan data peserta, terutama bagi peserta yang mendekati masa pensiun.
2. TASPEN tidak memberikan kenaikan gaji atau tunjangan pensiun di luar ketetapan resmi pemerintah.
3. TASPEN tidak memberikan pengembalian dana dalam bentuk apa pun.
4. Peserta diimbau untuk mengabaikan surat tugas atau edaran yang mengatasnamakan TASPEN namun tidak diterbitkan secara resmi oleh perusahaan.
5. Aplikasi Andal by TASPEN hanya dapat diunduh melalui Play Store dan App Store resmi.