Dari luasan tersebut, sekitar 5.000 hektare dikelola dengan pola single management, di mana seluruh proses budidaya – mulai dari peremajaan hingga panen – dilakukan secara terpadu dengan standar perusahaan.
Baca Juga: Pertamina Umumkan Tiga Inovator Terbaik di Pertamuda Seed and Scale 2025
Kemitraan Transparan dan Terukur
Pola manajemen tunggal ini mendapat apresiasi dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir).
Ketua Aspekpir, Setiyono, menilai model kemitraan PalmCo sebagai bentuk pemberdayaan petani yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan.
Baca Juga: Pesona Pantai Kembar, Tempat Liburan Sekaligus Belajar Konservasi
“PalmCo bukan hanya memberi pelatihan teknis, tetapi juga memastikan petani memahami prinsip budidaya berkelanjutan sesuai standar internasional seperti RSPO.
"Ini penting agar petani bisa bersaing di pasar global,” ujarnya.
Irwan menegaskan, kemitraan dengan PTPN IV tidak hanya bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memberdayakan petani.
Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PalmCo memberikan akses permodalan lewat Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) dengan bunga lebih rendah dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“PalmCo ingin tumbuh bersama petani. Kami ingin memastikan keberhasilan perusahaan juga berdampak langsung bagi kesejahteraan petani mitra,” tegasnya.
Pilar Ekonomi Riau dan Nasional
Baca Juga: PT Timah Tbk Segarkan Struktur Manajemen, Mantapkan Langkah Menuju Kinerja Berkelanjutan
Dukungan terhadap inisiatif ini datang dari Plt Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, yang mengapresiasi langkah PalmCo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia petani sawit.